Breaking News

Puasa Menghindari Penularan Virus Corona

Puasa Menghindari Penularan Virus Corona

Banda Aceh,BERITAMERDEKA.net – Umat Islam diharapkan tetap melakukan ibadah puasa Ramadhan dengan sungguh-sungguh, serta juga memperhatikan kuallitas asupan gizi pada saat sahur dan waktu berbuka. 

Diharapkan dengan tetap melaksanakan puasa dan serangkaian ibadah lainnya seperti shalat berjamaah ke masjid atau mushalla yang berkualitas akan meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas), dan membuat seseorang terhindari dari penularan virus corona (Covid-19).
.
Harapan itu disampaikan Tgk Sirajudin Saman saat bertindak sebagai khatib pada Khutbah Jumat, 15 Mei 2020 di Masjid Taqwa, Gampong Seutui, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Dia berulang-ulang menyampaikan kepada jamah Jumat.

Menurut Sarajudin, puasa tidak saja dimaknai untuk meningkatkan ketaqwaan bagi umat Islam. Tapi puasa juga bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Karena orang yang berpuasa tidak mungkin berpotensi meningkatkan infeksi Covid-19.

Selanjutnya, kata Sirajudin, dengan berpuasa maka racun-racun yang selama ini berada di dalam tubuh akan dapat dikeluarkan. Misalnya zat adiktif di dalam makanan, seperti zat pengawet dan pewarna makanan.

“Artinya, dalam konteks pencegahan penularan Covid-19, maka seseorang yang berpuasa akan lebih mungkin terhindar dari penularan,“ tuturnya.

Begitupun, disebutkan Sirajudin, bagi seseoramg yang melakukan ibadah puasa, maka hendaklah memperhatikan kualitas asupan gizi saat makan sahur dan pada waktu berbuka. Karena kalau gizi kurang, maka sangat rentan tertular Covid-19. “Sementara orang yang bergizi baik, berpontensi dapat menolak penularan, “sebutnya.

Sementara di tempat lain di Masjid Al-Muhajirin, Lamlagang, Sabtu 16 Mei 2020 Subuh, dalam tausyiahnya Ustaz Sirajudin Saman menegaskan umat Islam menjadikan puasa Ramadhan ini sebagai spirit untuk kebangkitan umat. Berpuasa di siang hari dan melaksanakan ibadah shalat tarawih di malam hari, agar keluar dari dosa dan untuk mengejar kemajuan.

“Puasa adalah energy yang diberikan Allah sebagai ibadah untuk memberikan spirit (semangat) umat Islam bangkit mengatasi keterbelakangan. Dalam Islam, kalau orang banyak dosa, maka dia akan lambat dan tidak bergerak meningkatkan kualitas hidupnya,“ tandasnya

Puasa, katanya, sebagai pengampun dosa, agar umat Islam keluar dari balutan dosa-dosanya selama setahun. Puasa memberikan dorongan umat Islam untuk melakukan pengembangan keagamaan, pembangunan peradaban agar mereka memiliki konstribusi yang besar bagi kemajuan bangsa dan dunia.

Untuk itu, amal ibadah selama Ramadhan ini merupakan praktik kebangkitan. Seperti sahur misalnya, merupakan praktik mendorong umat Islam bangkit dari tidur lelapnya melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi diri dan masyarakat

Untuk mencapai semua itu, seperti sahnya amal ibadah umat Islam dianjurkan lebih banyak belajar sama guru atau orang alim.

“Beribadah tanda ilmu pengetahuan, maka Allah akan menolak amal ibadah seseorang, apakah itu shalat dan atau puasa,“ tegas Ustaz Sirajudin.

Berbeda dengan orang awam, walaupun ibadahnya tidak benar, tapi tetap diterima Allah. “Nah, sekarang mana saja yang disebut orang itu awam. Orang awam itu misalnya sekelompok orang tinggal di satu tempat di sana tidak ada guru tempat belajar. Kedua, ada guru, tapi diminta bayaran yang mahal sehingga jamaah tidak mampu membayarnya. Itu yang dinamakan orang awam, “sebutnya. | R. Ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...