Breaking News

Puasa Bukan Alasan Bermalasan 

Puasa Bukan Alasan Bermalasan 
Tgk Yusri Puteh bersama Rusli Ismail ( penulis ) dan Ketua BKM setempat.

 Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keu'eung Aceh Besar, Ustaz Masrul Aidi Lc, mengatakan ramadhan merupakan bulan paling mulia dan sangat dinantikan kedatangannya. Karena itu dianjurkan memperbanyak amal ibadah karena pahalanya dilipatgandakan. 

"Umat Islam, baik laki-laki ataupun perempuan, diwajibkan puasa di siang harinya dan dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah seperti qiyamul lain di malam harinya," ujar Ustaz Masrul Aidi, dalam tausiah Ramadhan ba’da Subuh di Masjid desa setempat, Senin (27/4/2020).

Menurut Ustaz Masrul Aidi, umat Islam sudah sangat paham tentang berbagai keutamaan di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini, dan masih ada juga kekeliruan yang diyakini atau dilakukan kebanyakan orang di bulan penuh rahmat ini.

Sementara itu hal yang sama juga disampaikan Da’i Kondang Ustaz Tgk. H. Yusri Puteh. Ia menyebut di bulan Ramadhan kesempatan untuk banyak istirahat, bermalas-malasan, apalagi di kantor-kantor jam kerja dikurangi, sekolah-sekolah diliburkan, serta lebih banyak menggunakan kesempatan untuk tidur dan santai dengan anggapan tidur saat puasa juga menjadi ibadah.

"Ada banyak diantara kita umat Islam mengira Ramadhan itu  kesempatan banyak istirahat, sehingga tidak bisa produktif. Ini adalah anggapan keliru, karena Ramadhan itu sesungguhnya bulan perjuangan yang harus terjaganya keseimbangan ibadah yang meningkat serta kerja mencari nafkah juga tidak boleh berkurang," ujarnya.

Kata dia, sebagai ibadah dalam mencari nafkah, ‎Islam juga memberikan ruang yang luas bagi kerja yang produktif. Islam bukan hanya mendorong segala bentuk kerja yang produktif, namun menyatakan bahwa kerja itu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim, bahkan menjadikannya suatu, identitas dan kehormatan.

‎"Jangan hanya karena beralasan ingin fokus puasa, kadang kerja-kerja mencari nafkah ditinggalkan. Bahkan lebih fatal lagi jika kerja-kerja kepada masyarakat memberikan pelayanan publik di kantor-kantor pemerintah juga menjadi terabaikan hanya karena dalih capek berpuasa. Ini namanya mengejar pahala dan juga ikut berdosa," terangnya.

Pada kesempatan tausiahnya itu, Yusri Puteh juga menyerukan pentingnya persatuan umat tetap terjaga dalam mengawali puasa ‎serta persatuan dalam berbagai ibadah di malam hari Ramadhan seperti shalat terawih.

"Intinya, perbedaan dalam pelaksanaan ibadah sunat shalat terawih itu, jangan sampai menimbulkan perpecahan umat. Persatuan harus tetap diutamakan. Jika perlu dalam satu masjid itu bisa melaksanakan shalat terawih baik yang 8 mupun 20 rakaat itu secara bersamaan," jelasnya seraya berharap berapapun jumlah rakaat terawih harus terakomodir dalam satu masjid. (R. Ismail).

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...