Breaking News

Proyek APBA dan APBK Belum Lelang, Penjualan Bahan Bangunan Sepi

Proyek APBA dan APBK Belum Lelang, Penjualan Bahan Bangunan SepiFOTO: Rusli Ismail
Suasana Toko Bangunan di kawasan Neusu, Banda Aceh

Banda Aceh,BERITAMERDEKA.net – Hingga pertengahan tahun ini penjualan berbagai jenis bahan bangunan di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar masih jalan lesu alias sepi.

Kondisi itu terjadi menyusul belum cairnya anggaran dari pemeintah seperti bersumber dari Anggaran (APBA) dan APBK.

Akibatnya, sejumlah pedagang bahan bangunan di Banda Aceh, Aceh Besar khususnya dan di kabupaten/kota lainnya di Aceh mengeluhkan kondisi tersebut.

“Kami berharap kondisi ini bisa segera berakhir, kata beberapa pedagang bahan bangunan kepada BERITAMERDEKA.net, Jumat 10 Juli 2020 di Banda Aceh.

Pemilik Toko Sinar Abadi di kawasan Neusu, Banda Aceh menyebutkan, sudah menjadi rutinitas bahwa bahan bangunan itu laris atau laku disaat kapan mulai dikerjakannya proyek pembangunan yang dibiayai dari anggaran pemerintah.

Karena kebutuhan bahan bangunan untuk person masyarakat atau kalangan swasta lainnya itu sangat terbatas, kata dia.

Dia berharap, kondisi seperti ini tidak berlangsung lama. Dengan begitu pedagang tidak menderita kerugian besar dan lebih lama. Apalagi kondisi Pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini telah banyak menyebabkan terperosoknya perekonomian masyarakat.

“Penjualan sepi sejak awal 2020 atau yang mulai sangat terasa adalah sejak habis Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah lalu, transaksi jual beli melempem dan tak bergairah sama sekali sampai akhir memasuki Bulan Juli 2012,“ katanya.

Sementara itu, Armia, pedagang lainnya di Pasar Seutui Banda Aceh mengatakan penjualan sepi terjadi sejak usai Lebaran Idul Fitri. Dia memperkirakan, transaksi jual beli melempem dan tak bergairah akan terjadi sampai belum cairnya anggaran  untuk proyek pemerintah.

Pemerintah Provinsi Aceh dan Kabupaten/Kota hingga kini belum melakukan pelelangan ratusan paket proyek, bersumber APBA dan APBK serta Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2020.

Proyek yang dilelang tersebut merupakan anggaran hasil rasionalisasi terhadap penanganan Covid-19, kata kalangan pengusaha kontraktor.

Ketua Gapensi Pidie, Ozar Yusuf, mengatakan, hingga sekarang Pemkab Pidie belum melakukan pelelangan proyek untuk tahun ini. Lambatnya pelelangan proyek tentunya akan mempengaruhi mutu proyek.

Mengingat proyek dikerjakan pada Agustus 2020 yang memasuki musim penghujan. Di musim penghujan tersebut, rekanan akan dihadapkan dengan kondisi yang sulit akibat hujan.

Tak hanya itu, kata Ozar, akibat belum dilakukan pelelangan proyek perputaran ekonomi di Pidie jalan di tempat, terutama toko yang menjual alat bangunan. Sebab, permintaan bahan bangunan meningkat ketika adanya proyek APBK mulai dikerjalan. Apalagi tidak ada proyek bersumber dari lain.

“Sekarang anggaran desa untuk fisik belum terealisasi, dana desa hanya terealisasi untuk BLT Rp600.000 per KK. Untuk itu, kami miminta kepada Pemkab, agar mempercepat proses tender proyek. Apalagi, sekarang 2020 telah berjalan tujuh bulan,“ jelasnya.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...