Breaking News

Prostitusi Online Ala Warung Kopi

Prostitusi Online Ala Warung Kopi
Hana Hanifah

BERITAMERDEKA.net - Benarkah karena himpitan ekonomi orang akan melakukan apa pun, hanya untuk mengais rupiah. Itulah sebuah pertanyaan yang selama ini menjadi alasan, seperti bagi pelaku prostitusi online.

Prostitusi online kini menjadi trending dalam bulan bulan ini. Aksi nurjana itu, bagaikan tak peduli lagi dengan dosa dan laknat Allah.

Kejahatan terstruktur dan merusak nilai nilai moralitas tidak hanya dilakukan mereka dari kalangan rendahan, karena memang himpitan ekonomi.

Publik kini terus disuguhkan dengan informasi prostitusi online yang menghiasi media sejagat.

Sebut saja kasus Hana Hanifah (23), wanita cantik itu diduga terlibat prostitusi online. Pengakuannya, sudah setahun lebih wanita Bogor itu, ketagihan menjalaninya.

Jagat tersentak, ketika wanita belia nan cantik itu, tertangkap basah di sebuah kamar hotel di Medan Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Ketika digrebek polisi, Hana Hanifah sedang berada dalam sebuah hotel bersama seorang pria. Mereka berdua pun tidak mengenakan pakaian lengkap.

Prostitusi online kalangan artis, bukan hanya dilakukan Hana Hanifah. Ia rupanya mengikuti jejak artis artis sebelumnya.

Dengan tetangkapnya Hana Hanifah, walau hanya baru ditetapkan sebagai saksi, polisi telah mulai mengendus, bahwa ada artis lain yang terlibat prostitusi online.

Ala Warung Kopi

Praktik prostitusi online ini, ternyata modusnya berbeda beda. Tergantung kepada kesempatan dan peluang untuk beraksi dan reaksinya.

Misalnya, seorang pemilik warung kopi di Kota Pontianak ditangkap polisi lantaran menjual karyawan perempuannya kepada lelaki hidung belang.

Praktik prostitusi berkedok warung kopi ini terbongkar setelah orang tua korban melaporkannya ke kepolisian.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan MR, pemilik warung kopi yang memperkerjakan dan menjual gadis remaja berusia 15 tahun kepada lelaki hidung belang.

“Saat ini, MR sudah ditangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin melalui Kasat Reskrim Kompol Rully Robinson, Sabtu (18/7/2020).

Rully menjelaskan, kasus itu terungkap setelah kepolisian menerima laporan ayah korban, pada Kamis (16/7/2020).

Menurut Rully, kasus yang menimpa korban terjadi 2019 lalu.
Saat itu, korban berusia 15 tahun. Dari laporan tersebut, polisi segera bergerak melakukan penyelidikan.
“Saat cukup bukti, MR akhirnya kami tangkap,” ucap Rully.

Pelaku MR ditangkap tanpa perlawanan.
Saat diperiksa penyidik, dia juga mengakui perbuatannya telah mempekerjakan dan menjual korban kepada pelanggan di warung kopinya.

Bagaimana Aceh

Julukan Serambi Mekkah, tanah para ulama ini juga pernah dikotori oleh yang namanya prostitusi online. Para mucikari tidak peduli, apa wilayah itu mayoritas muslim atau bukan.

Beberapa waktu lalu, sebuah hotel berbintang di Aceh, juga pernah ditemukan kelompok wanita wanita muda, dengan beraksi sebagai wanita panggilan lewat 'program' prostitusi online.

Para mucikati ternyata sudah punya jaringan menggurita sampai ke seantero negeri. Peluang dan kesempatan tidak pernah disia siakan.

Berbagai kedok dan modus dengan cukup lihai dimainkan. Anehnya, prostitusi online bagaikan sudah menjadi pekerjaan untuk meraih penghasilan.

Kini sedang terjadi pro kontra, adanya kelompok ibu rumah tangga (irt) di salah satu daerah bepekerjaan ganda. Sebagai IRT dan pekerja seks komersil (psk).

Ini merupakan temuan hasil survey sebuah LSM. Benar atau tidak temuan itu, memang perlu di diskusikan. Benarkah sudah separah itu negeri ini.

Tidak hanya narkoba, prostitusi online merupakan penyakit masyarakat, perlu kiranya semua kita menjaga keluarga dari pengaruh penyakit covid prostitusi online.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...