Breaking News

Program Stunting, Shabela: Prevalensi Stunting Aceh Tengah Memenuhi Standar WHO

Program Stunting, Shabela: Prevalensi Stunting Aceh Tengah Memenuhi Standar WHO

Takengon, BERITAMERDEKA.net - Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar menghadiri acara aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting di gedung Oproom Setdakab setempat, Kamis (15/04/2021) malam

Diawal sambutannya, Bupati Shabela menyampaikan bahwa prevalensi stunting Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2013 sebesar 59,30% telah menurun cukup signifikan menjadi 39,80 persen pada Tahun 2019. Dan berdasarkan hasil pengukuran Agustus 2020, prevalensi stunting Aceh Tengah sudah memenuhi standar WHO, yakni berada dibawah 16,50%.

“Keberhasilan ini tentu saja bukan karena dilakukan oleh satu atau dua instansi saja, melainkan karena kerjasama semua pihak termasuk PKK dan Darma Wanita Persatuan melalui peran Duta Stunting dan Duta Remaja Putri Bebas Anemia,” ujar Shabela.

Dalam kesempatan itu, Shabela kembali menginstruksikan para camat dan kepala kampung untuk memastikan seluruh mandatory dalam mencegah stunting dilaksanakan secara terprogram melalui Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2021 dan 2022.

Shabela berharap, melalui Rembuk Stunting ini, semua perangkat daerah mulai dari tingkat kabupaten sampai kampung untuk memberikan perhatian dan komitmen dalam mencegah dan menurunkan stunting melalui sumber daya yang tersedia.

“Pada kesempatan ini, kami mengharapkan percepatan penanggulangan stunting yang dapat kita lakukan dengan program dan kegiatan bersama, baik dari pemerintah maupun dari komponen masyarakat lainnya, sehingga dapat terwujud generasi emas yang berdaya saing,” tutup Shabela.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Amir Hamzah, MM., menjelaskan capaian kinerja penanganan stunting di Kabupaten Aceh Tengah, sudah sangat maksimal dilakukan. Bahkan, hingga saat ini Kabupaten Aceh Tengah, masih menduduki peringkat pertama di Provinsi Aceh dalam capaian aksi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting terintegrasi di wilayah kabupaten/kota.

“Dari delapan rencana dan uraian aksi konvergensi, Kabupaten Aceh Tengah berhasil mendapatkan skor sebesar 60 poin, dengan perolehan nilai A sebanyak 19 uraian aksi, nilai B sebanyak satu uraian aksi serta nilai C sebanyak satu uraian aksi,” terang Amir.

Amir menambahkan aksi yang memperoleh nilai B berada pada uraian 4.2 yang menyangkut cakupan desa yang mendapat sosialisasi Perbup/ Perwal tentang Peran Desa. Sementara itu, aksi yang mendapat penilaian C berada pada uraian 5.2 tentang cakupan desa/ kelurahan dengan kepastian dukungan biaya operasional.

"Untuk meningkatkan  penanganan stunting Tahun 2021, Pemkab Aceh Tengah telah mengalokasikan Dana APBK sebesar Rp 34,6 Miliar, juga dukungan Dana Desa sebesar  Rp6,9 Miliar untuk mendukung Air Minum, Kader (Posyandu/ PAUD), PMT Balita dan Bumil, serta Sanitasi/Jamban," tutur Amir.

Dalam rangkaian kegiatan rembuk stunting ini, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan pejabat terkait, menandatangani Kesepakatan Komitmen dan Berita Acara Rembuk Stunting Konvergensi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2021.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Asisten I, Asisten II Setdakab, Ketua TP PKK, Ketua Darma Wanita Persatuan, Ketua Komisi D DPRK, para Kepala SKPK, Camat, Kepala Puskesmas dan perwakilan Reje Kampung dalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah. | Roma |

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...