Breaking News

Produksi Kolang-kaling Hanya Jelang Puasa dan Idul Adha

Produksi Kolang-kaling Hanya Jelang Puasa dan Idul Adha
Proses mencongkel kolang-kaling dari kulit buah aren. (foto Roma)

Takengon, BERITAMERDEKA.net – Menyambut Bulan Ramadhan tahun 1442 Hijriyah, seorang perajin memproduksi kolang-kaling, Nur Amin, asal Blang Mancung, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, sudah mulai bekerja untuk memperbanyak ketersediaan produksi buah aren yang banyak tumbuh di wilayah itu.

Saat ditemui dirumahnya, Rabu (07/04/2021) terlihat tumpukan buah aren yang belum diolah juga enam orang sedang bekerja memroses dari buah aren menjadi biji kolang-kaling yang segar.

Nur Amin mengaku sejak tahun 2015, sudah menekuni pengolah kolang-kaling, dan pekerjaan itu hanya dikerjakan dua kali dalam setahunnya, yakni menjelang puasa Ramadhanseperti sekarang ini dan hari Raya Idul Adha nanti.

“Sekitar lima tahun lebih saya kerja ini, dan biasa banyak pembeli di pasar berburu kolang-kaling untuk menu berbuka puasa dan hari Raya Haji,” kata Nur Amin.

Nur Amin menambahkan, permintaan pasar pada saat puasa di Bulan Ramadhan mencapai delapan puluh kaleng, untuk satu bambunya harga dijual  Rp. 13.000.

“Kita biasanya, satu bambu itu Rp.13.000, setelahnya pengecer jual lagi ke masyarakat di pasar-pasar Kota Takengon,” tutur Amin.

Untuk pengolahan kolang-kaling sendiri, Nur Amin bersama teman-temanya mencari buah aren ke hutan, karena pohon aren tumbuh liar di wilayah itu. Selanjutnya Nur Amin membawa pulang ke rumah untuk di proses hingga menjadi biji kolang-kaling.

Buah Aren, baru diambil dari pohonnya di hutan. Setelahnya di rebus dan dicongkel dari kulitnya. (foto Roma)

“Ini, kan, pokoknya tumbuh liar di hutan, setelah kami kumpulkan, selanjutnya kami rebus sekitar dua jam, kalau dia sudah rapuh, baru kami congkel bijinya dengan memotong ujung buahnya,” jelas Nur Amin.

Saat ini, Nur Amin sudah menyediakan stock sebanyak sepuluh kaleng, kata dia, persedian itu sekitar satu minggu sudah habis, untuk menggaji orang bekerja hitungannya satu bambu senilai Rp.2.000.

Diketahui, kolang-kaling merupakan salah satu bahan makanan yang hampir tak pernah terlewatkan saat puasa. Menu ini selalu ada ketika buka puasa, biji buah aren ini bisa dibuat apa saja, salah satunya adalah kolak atau campuran pada es campur. Selain itu, dalam kandungan biji buah aren ini, terdapat banyak sekali nutrisi yang mampu membuat badan agar tetap fit.  | Roma |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...