Breaking News

Pria Digrebek Bersama Dokter Di Puskesmas Ligan Ternyata Ajudan Wabup Nagan Raya

Pria Digrebek Bersama Dokter Di Puskesmas Ligan Ternyata Ajudan Wabup Nagan Raya
Di Rumah Dinas Dokter Komplek Puskesmas Ligan, mereka digrebek warga | foto ist..

Calang, BERITAMERDEKA.net- Pasangan non muhrim yang ditangkap warga Desa Ligan Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya di rumah dinas Puskesmas setempat terciduk saat berduaan di dalam rumah.

Pasangan tersebut digrebek warga karena dicurigai bukan suami istri sah, karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti jika mereka sudah menikah.

Dari pengembangan data bahwa sang pria atas nama CR (33) merupakan warga Kabupaten Nagan Raya yang diketahui sebagai ajudan Wakil Bupati setempat. Sementara YM (33) seorang dokter yang bertugas di Puskesmas tersebut.

Sebelum dibawa ke kantor Polisi PP/WH, pasangan dibawa ke kantor desa setempat melakukan pemeriksaan terkait status mereka terkait ditemukan berduaan didalam rumah.

Namun seusai di amankan warga setempat, selanjutnya pasangan tersebut diserahkan ke pihak Pol PP/WH Aceh Jaya hal itu berdasarkan surat serah terima antara pemerintah Desa dengan petugas Pol PP/WH.

Dalam isi surat tersebut diterangkan bahwa berdasarkan hasil musyawarah desa ligan pasangan tersebut telah melanggar syariat Islam, sehingga pihak desa tidak bisa menyelesaikannya karena mereka tidak bisa menunjukkan surat nikah yang sah ke aparatur gampong, dan kasus tersebut diserahkan ke pihak Pol PP/WH untuk penanganan selanjutnya.

Namun sesampainya di kantor PP/WH Aceh Jaya, pihak satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Jaya melepaskan pasangan non muhrim tersebut karena mereka telah menjalankan adat dan aturan desa setempat.

Hal itu disampaikan oleh Kasatpol PP/WH Aceh Jaya, Supriadi melalui Kasie Lidik, Razali bahwa pihaknya membenarkan telah melepaskan pasangan non muhrim yang diserahkan kepada Satpol PP dan WH oleh warga gampong Ligan, setelah sempat diamankan dan disanksi oleh warga setempat.

"Tersangka sudah kami lepaskan kemarin, karena berdasarkan keterangan anggota yang menjemput pasangan tersebut dan berdasarkan keterangan keuchik jika pasangan ini sudah diselesaikan secara adat gampong dengan memberikan sanksi dan bayar denda kemalangan," kata Razali, kamis 22/10/2020.

Menurut Razali dilepasnya CR Ajudan Wabup Nagan Raya dan YM. Selaku dokter setempat karena atas dasar sudah diselesaikan ditingkat gampong dan sudah dikenakan sanksi adat gampong.

"Dalam isi qanun atau dasar hukum tidak boleh satu orang diberikan sanksi dua kali atau dalam kata lain tidak boleh diberikan sanksi ganda, dan itu kita sudah jalankan amanah sesuai aturan, namun jika ada pihak yang belum merasa puas itu diluar kewenangan kami," cetus Razali. |musliadi|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...