Breaking News

Bank Aceh

Polres Aceh Selatan Sita Kayu Ilegal, Denda Bisa Capai Rp 2,5 Milyar

Polres Aceh Selatan Sita Kayu Ilegal, Denda Bisa Capai Rp 2,5 Milyar
Kapolres ketika menunjukkan barang bukti

Tapaktuan, BERITAMERDEKA.net - Kepolisian Resor Aceh Selatan mengamankan 8,3 meter kubik kayu jenis rimba campuran tanpa dilengkapi dengan dokumen sahnya hasil hutan. Pelaku bisa dihukum 5 tahun dan denda Rp 2,5 Milyar.
 
Kayu tersebut diangkut truk colt diesel warna kuning dari lokasi muat di Gampong Pucuk Lembang Kecamatan Kluet Timur dengan tujuan Gampong Ujung Karang Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan.
 
“Informasi masyarakat yang mengatakan ada truk bermuatan kayu melintas dari Kota Fajar menuju arah Tapaktuan.
Unit Opsnal dan Satreskrim Polres Aceh Selatan melakukan penyidikan,” kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho,SIK,SH,MH di Mapolres Desa Lhok Bengkuang, Tapaktuan, Jumat (5/6/2020).
 
Menurut Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu. Zeska Julian Taruna Wijaya.SIK. Kendaraan pengangkut kayu yang dikemudikan berinisial H (66) warga Kecamatan Sawang tersebut distop anggota polisi di jalan TR. Angkasa Gampong Pasar Tapaktuan, Jumat minggu lalu (29/5/2020).
 
Hasil penyidikan kayu tersebut milik AS(58) beralamat gampong Ujung Karang Kecamatan Sawang dari keterangannya akan dipergunakan untuk keperluan sendiri.

Kayu tersebut diperoleh dengan cara dibeli dari seorang dengan inisial K warga Desa Pucuk Lembang Kecamatan Kluet Timur seharga Rp 2,5 juta permeter kubik.
 
“Kami masih terus melakukan pengembangan terhadap asal usul kayu tersebut dan pelaku K sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” tambah AKBP Ardanto
 
Barang bukti berupa Truk dan Kayu turut diamankan bersama kedua tersangka dan kepada tersangka akan dikenakan pasal 12 huruf d Jo. pasal 83 ayat (1) huruf b. Subsider pasal 16 Jo pasal 88 ayat (1) huruf a.

Dari Undang Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dan Pasal 55 ayat (1) Ke 1e KUHPidana.
 
“ Ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 2.5 miliyar rupiah,” tutupnya.| herian syahputra |
 

Sponsored:
Loading...