Breaking News

Politikus PDIP Juluki Novel Baswedan Pembunuh Bermata Satu

Politikus PDIP Juluki Novel Baswedan Pembunuh Bermata Satu
Novel Baswedan

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Politikus PDIP, Dewi Tanjung kerap menyampaikan komentar pedas terhadap beberapa tokoh tanah air, untuk sekian kalinya Dewi mencaci maki penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan
Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter @DTanjung15, Sabtu, 13 Februari 2021, menyebutnya Novel Baswedan tak memiliki otak dan pembunuh bermata satu.

"Pembunuh Mata satu Teriakin Polisi..Kau ngga ada otak Novel..Kebohongan kau soal Kebutaan mata dan Kebejatan Kau Membunuh Tersangka sarang burung walet ITU DOSA TERBESAR KAU DI DUNIA INI !! Kau Tunggu sebentar lagi Azab Allah SWT yg akan kau dapatkan Pelan dan pasti kau di azab," ujarnya.

Dewi Tanjung juga menyebut Novel Baswedan berbohong tentang kondisi matanya. "Pembunuh Bermata satu Menuduh orang lain sama dengan dirinya. Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat nanti akan jatuh juga.

Sepandai-pandainya berlagak Buta suatu saat nanti akan ketahuan juga Allah SWT maha kuasa dan maha mengetahui kebenarannya, " ujarnya.
"Novel.. Novel kesiram air keras cuma yg rusak Biji matanya doank kulit muka biasa aja.

Ketahuan Bohongnya Ente Bro.. Lawyernya pada ngga kompak Mata mana yg Buta ? Mata kanan atau mata kiri..Rolling on the floor laughing Yg satu jawab kiri dan yg satu lagi kanan," lanjutnya.
Dewi juga mengukit kasus Novel terkait tersangka burung walet.

"Novel Baswedan serasa dirinya paling bersih.
Apa kabarnya Rekayasa Saksi dan memaksa memenjarakan orang walau bukti dan saksi tidak terpenuhi. Selama ada si Novel Baswedan di KPK maka selama itu pula KPK tidak akan bekerja secara profesional," ujarnya.

"Si Novel lupa saat dia jadi polisi di Bengkulu pernah menyiksa dan tembak tersangka sarang burung walet sampai mati. Tapi si novel ngga Ngaku. Yang lebih biadab siapa guys? Novel sedang mengakui perbuatannya di masa lalu," ucapnya.(*)

Sumber:Reqnews
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...