Breaking News

PKL di Pasar Meureudu Tumpah ke Jalan

PKL di Pasar Meureudu Tumpah ke JalanFOTO: Rusli Ismail
Kondisi Pasar Meureudu, Pidie Jaya

Meureudu, BERITAMERDEKA.net - Aktivitas jual beli para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Meureudu, Kecamatan Meureudu, Ibukota Kabupaten Pidie Jaya yang digelar setiap hari, terlihat tumpah ke jalan utama.

Kondisi itu sangat mengganggu arus lalu lintas di seputar pasar tersebut. Pantauan BERITAMERDEKA.net, Selasa 23 Juni 2020, kondisi jalan dalam Pasar Meureudu menjadi sempit dan kemacetan pun tidak dapat dihindari.

“Jangankan kenderaan roda empat, kenderaan roda dua saja sulit sekali untuk dilewati di jalan-jalan tersebut, ”kata Ilyas, warga Meureudu.

Para pedagang sama sekali tidak mempedulikan kondisi jalan yang macet tersebut. Mereka mengakui berjualan di tepi jalan lebih cepat diakses pembeli. Barang dagangan yang dijual cepat laku.

Namun, ironisnya Los yang ada di Peukan Meureudu banyak kosong. Karena pedagang lebih memilih berjualan di badan jalan ketimbang ditempat khusus yang telah disediakan pemerintah. Sejauh ini tidak ada petuga yang mengatur penertiban para pedagang dan mengatur arus lalu lintas.

Hamdani, sopir angkutan barang mengatakan, kondisi demikian sangat mengganggu bagi pengendara kenderaan. Diharapkan agar para pedagang bisa direlokasi ke dalam Los yang telah disediakan, sehingga tidak mengganggu transportasi.

“Jangankan untuk parkir mobil, untuk melintas saja sangat susah. Hal itu terjadi pada setiap hari terutama hari peukan Rabu. Sudah jalannya sempit diperparah lagi dengan ulah para pedagang yang berjualan hingga memakan badan jalan,“ ujarnya kesal.

Camat Meureudu, Jailani SE mengakui permasalahan PKL merupakan permasalahan yang  sangat kompleks, sehingga sering menghadapi hambatan di lapangan. Ke depan pijaknya akan terus menerus menanganinya secara lebih terpadu.

Camat menjelaskan, dalam menangani PKL yang bersifat kompleks/antar sektor. Muspika Meureudu, yang dibantu Pemkab Pidie Jaya selalu melakukannya secara terkoordinasi antara unit-unit kerja terkait, juga melibatkan unsur Muspida.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...