Breaking News

Petugas Ancam Sita Lapak dan Penganan Pedagang Yang Jualan Sebelum Jam 16.00 Wib

Petugas Ancam Sita Lapak dan Penganan Pedagang Yang Jualan Sebelum Jam 16.00 Wib
Petugas dari Kepolisian dan Satpol PP melakukan penjagaan dan memantau, bila ada pedagang penganan yang bandel | foto R Ismail

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Petugas Satpol PP/Wilayatul Hisbah (WH) kembali mengingatkan para pedagang musiman, berbuka puasa untuk tidak menggelar dagangannya atau berjualan sebelum jam menunjukkan pukul 16:00 Wib.

Larangan itu disampaikan mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya masih banyak pedagang musiman yang membandel menggelar dagangannya sebelum waktu telah ditentukan.

Namun, banyak juga diantara mereka tidak mematuhi aturan dikeluarkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Banda Aceh.

Memasuki bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah, Forkompinda Kota Banda Aceh mengeluarkan surat keputusan dan seruan bersama untuk menjaga kesucian Ramadhan di Bumi Serambi Makkah.

Surat Keputusan berupa imbauan dan intruksi juga untuk menutup sementara tempat hiburan selama bulan suci.

Pemilik warung makanan dan minuman dilarang berjualan sejak pukul 05.00 Wib hingga 16.00 Wib, serta tidak membuka warung dan restoran mulai pelaksanaan shalat Insya hingga usai shalat tarawih.

Pantauan beritamerdeka.net, Jumat dan Sabtu (24-25 April 2010), hari pertama dan kedua puasa Ramadhan di sejumlah sentra jajanan penganan berbuka puasa, para pedagang sudah mulai membuka menggelar dagangannya sejak sekira pukul 15:00 Wib.

Karenanya, puluhan anggota Satpol PP dan WH dikerahkan untuk menertibkan pedagang yang membandel.

Gelagat pedagang yang membandel itu langsung ditegur petugas seraya memperingatkan jangan bembendel.

Selain mendapat peringatan, petugas, juga mengancam menyita barang dagangan berikut meja dagangan, jika berjualan sebelum waktu yang ditentukan.

”Banyak pedagang membandel, seperti di Jalan Tgk. Baroh Dipulo (dekat eks Bioskop Garuda), Peunayong, dan Lampriet. Jika sampai besok masih mengulanginya, barang dagangannya beserta meja jualannya akan kami sita, “tegas seorang petugas Satpol PP dan WH.

Dia meminta para pedagang mematuhi aturan dikeluarkan Forkompinda Kota Banda Aceh, sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga dalam beribadah.(R. Ismail).

Sponsored:
Loading...
Loading...