Breaking News

Pertama dalam Sejarah, Muslim Palestina Jadi Anggota Senator AS

Pertama dalam Sejarah, Muslim Palestina Jadi Anggota Senator AS
Fady Qaddoura dan keluarga

BERITAMERDEKA.net - Fady Qaddoura, seorang warga negara Amerika yang berasal dari Palestina, memenangkan keanggotaan Senat Indiana, menjadi muslim Arab pertama di badan legislatif negara bagian, dan orang Palestina ketiga yang memenangkan pemilu AS 2020, setelah mengalahkan saingannya John Ruckelshaus.

Qaddoura dari Partai Demokrat, mengalahkan John Ruckelshaus dengan perbandingan 52 persen dan 48 persen.

Dia memenangkan lebih dari 3.800 suara setelah 98 persen suara dihitung.
Dia mengunggah rasa suka cita atas kemenangannya di Twitter, mengatakan akan bekerja keras setiap hari untuk mewakili semua Hoosiers (sebutan untuk warga Indiana).

"Kita berhasil! Hanya di Amerika seseorang dapat bermigrasi ke negara ini, bekerja keras, dan mendapatkan kepercayaan dari puluhan ribu pemilih untuk menjadi Senator Negara Bagian Muslim pertama dalam sejarah Indiana. Saya akan bekerja keras setiap hari untuk mewakili semua Hoosiers, termasuk mereka yang tidak memilih saya," katanya di Facebook.

Qaddoura juga mengucapkan terima kasih kepada lawannya di pemilihan, John Ruckelshaus. Dikutip dari Middle East Monitor.

"Saya ingin berterima kasih kepada lawan saya, Senator Ruckelshaus, atas jasanya kepada distrik kami selama empat tahun terakhir. Negara bagian kita menghadapi tantangan besar di tahun mendatang, dan saya berharap dapat bekerja dengan Senator dari kedua belah pihak untuk menghadapi momen ini," ujarnya.

Dia mengatakan kemenangannya adalah hasil dari kerja keras staf kampanye dan ratusan relawan yang mendukungnya.

"Saya memiliki begitu banyak orang untuk berterima kasih malam ini, tetapi yang pertama dan terutama, saya ingin berterima kasih kepada istri saya dan kedua putri kami atas cinta dan dukungan mereka sejak hari pertama,".

"Kemenangan ini hanya mungkin terjadi berkat dedikasi tak kenal lelah dari staf kampanye saya dan ratusan relawan yang membantu kami melakukan panggilan telepon, mengirimkan literatur, mengirim pesan teks, dan membagikan pesan harapan serta perubahan kami di seluruh distrik. Aku tidak bisa melakukan ini tanpamu. Terima kasih," kata Qaddoura.(*)

Sumber:Pikiranrakyat
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...