Breaking News

Pepaya Madu, Manis di Rasa, Pahit di Harga

Pepaya Madu, Manis di Rasa, Pahit di Harga

BERITAMERDEKA.net - Seorang pria tengah baya, sudah tiga kali bolak-balik di Jalan Kartini, Banda Aceh. Di belakang sepeda motor butut yang ia tunggangi, tergantung dua keranjang rotan berisi sekira 50 pepaya madu.

Buah kaya serat itu tampak montok mengkal. Sebagian kulitnya kuning jingga pertanda sudah cukup tua.

Bahkan kates madu itu kelihatan lebih bagus dari kates madu mini market yang biasa dibeli nyonya-nyonya kota dengan harga selangit.

“Ini tempat kelima saya singgahi. Pedagang buah sebelumnya menawar harga murah, mereka minta Rp.1.500 per hingga Rp.2.000 per buah, tak mungkin saya kasih,“ kata pria yang telah bolak balik menawarkan pepaya bawaanya itu, Rabu 13 Mei 2020.

Pria yang diketahui bernama Ahmad itu ketika menjawab BERITAMERDEKA.net menyebutkan, dia bolak balik mutar-mutar ke beberapa pasar tradisional yang ada dalam kawasan Kota Banda Aceh untuk menjual pepaya ini kepada pedagang kaki lima, namun selalu mendapat tawaran harga yang sangat murah.

Kata dia, tapi akhirnya terpaksa dilepas juga hasil usaha taninya kepada para pedagang,meski dengan harga yang sangat murah. 

Seorang pedagang yang menampung kates madu Ahmad Rp.4.000 perbuah.

Itupun, kata dia, dibeli karena iba sebab Ahmad sudah mondar-mandir di Banda Aceh tapi barang bawaannya tak kunjung laku.

“Jika dihitung-hitung, jangankan bawa pulang laba, balik modak saja susah. Harga segitu cuma cukup untuk isi minyak motor, ngopi dan rokok sebungkus. Tapi daripada busuk di pohon, syukur juga masih laku dua ribu sebuah,“ ucap Ahmad pasrah.

Ayah tiga anak itu mengaku tergiur menanam kates madu karena harganya diisukan stabil dan menjanjikan.

Kates itu disebut-sebut bisa ditampung agen pengumpul sebanyak-banyaknya dengan harga minimal Rp6.000 sampai Rp7.000 per buah, lalu dipasarkan lagi ke luar Aceh, terutama ke Medan.

“Tetangga saya juga banyak yang tanam pepaya madu. Rasanya manis. Tapi harga jual di tingkat petani pahit bak empedu,“ tandas Ahmad.

Seorang petani pepaya madu lainnya yang kelihatan mondar-mandir menawarkan hasil usaha taninya kepada pedagang penampung, berujar dia menduga harga jual pepaya madu anjlok dalam beberapa bulan terakhir karena stok panen melimpah dan kondisi cuaca dingin, karena terus hujan, peluang pasar atau titik pemasarannya terbatas.

“Saat-saat seperti ini seharusnya pemerintah melalui dinas terkait turun tangan membantu memasarkan hasil pertanian milik petani.

Jika tidak, lambat-laun semangat petani bercocok-tanam akan ikut merosot lantaran terus merugi,“ kata petani itu diketahui punya nama Ramli. | r ismail |   

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...