Breaking News

Penduduk Miskin di Sumut Meningkat

Penduduk Miskin di Sumut MeningkatFOTO: Bachtiar Adamy
Benyamin

Medan, BERITAMERDEKA.net - Penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami peningkatan bila dibandingkan antara Maret 2020 dengan September 2020.

Data Badan Pusat Stratistik (BPS) setempat menyebutkan di Maret itu presentasenya 8.75%, di September menjadi 9.14%. Artinya mengalami kenaikan cukup tinggi. Karena hanya berselang sekitar 6 bulan.

Kondisi penambahan penduduk miskin tersebut di Maret tahun ini angkanya berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya.

Pandemi memang telah merusak sendi-sendi perekonomian yang memicu terjadinya penambahan angka pengangguran termasuk masyarakat miskin.

Seperti diungkapkan pengamat ekonomi Gunawan Benyamin, persoalan kian buruk disaat terjadi penambahan angkatan kerja, namun  penyerapan tenaga kerja terjadi penurunan.

Bukan hanya penurunan, tetapi penambahan angka pengangguran semakin banyak. Penambahan angkatan kerja dengan pengangguran akan merusak tatanan sosial ekonomi masyarakat.

"Khususnya di wilayah Sumatera Utara sangat disayangkan. Selama 2020 semua aktifitas ekonomi di berbagai sektor mengalami penurunan kinerja," ungkap Benyamin, Rabu (17/2/2021)

Dia menyebutkan dari sisi permintaan maupun penawaran semuanya negatif. Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50%. Pertumbuhan Ekonomi Sumut minus 2.98 selama tahun 2020.

"Selebihnya seperti konsumsi pemerintah, Investasi, ekspor Impor, Industri, perdagangan, konstruksi mengalami penurunan. Hanya pertanian dan Real Estate yang mampu tumbuh, itupun mengalami perlambatan yang sangat serius," ujar Dosen UISU Medan ini.

Motor penggerak ekonomi  habis. Semuanya mengalami kontraksi. 2021 justru diawali dengan langkah pembatasan sosial atau yang dikenal dengan istilah PPKM.

"Jadi awal tahun kita dihadapkan dengan perlambatan ekonomi yang sama. Di saat ini justru kondisinya kian buruk seandainya PPKM ini berlangsung untuk waku yang lebih lama," kata Benyamin.

Lantas Bansos menjadi harapan penyangga daya beli masyarakat sejauh ini. Tapi tidak bisa berharap sepenuhnya kepada Bansos. Jika garis kemiskinan di Sunut per rumah tangga sebesar 2.9 Juta (pembulatan 2.879.845), dengan rata-rata jumlah anggota keluarga miskin sebanyak 5.7 jiwa.

Pertanyaannya seberapa banyak Bansos yang diterima setiap rumah tangga tersebut?| Bachtiar A |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...