Breaking News

Bank Aceh

Pemerintah Pijay tak Hiraukan Jalan Amblas Puluhan Tahun     

Pemerintah Pijay tak Hiraukan Jalan Amblas Puluhan Tahun     

Meureudu, BERITAMERDEKA.net - Badan jalan utama yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Buloh, Kemukiman Pangwa, Kecamatan Trienggadeng dengan Desa Rambong dan Desa Kulam, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, sudah amblas total ke sungai sejak belasan tahun terakhir. 

Ketiga Keuchik Gampong (Kepala Desa-red) tersebut yang sempat dihubungi BERITAMERDEKA.net, Senin 25 Mei 2020 mengatakan, amblasnya badan jalan utama ke sungai Beuracan pada mulanya disebabkan banjir besar. Banjir yang terjadi beruntun setiap tahunnya sering mengancam amblasnya badan jalan desa, pekarangan rumah dan kebun penduduk. 

Setelah kejadian itu, pemerintah setempat lamban menanganinya kerusakan jalan tersebut dan terkesan dibiarkan berlarut-larut. Hal membuat warga setempat bergotong royong membuat tanggul seadanya dari tanah dan batu yang diikumpulkan seadanya dalam karung.

”Tapi tanggul tanah itu tidak bertahan untuk mencegah erosi sungai yang terus terjadi kalau setiap banjir susulan dating lagi. Kondisi badan ini benar-benar sudah sangat mendesak untuk diperbaiki. Termasuk jembatan gabtung yang hampir patah,“ ujar Kepala Mukim Kemukiman Beuracan Tgk Syamsuddin.

Kondisi jalan desa yang sudah amblas itu terus dibiarkan dan tidak ada pihak berkompeten yang meninjau sekalipun. Hingga kini, warga masih menunggu dan menaruh harapan dari pemerintah setempat.

Terpisah beberapa tokoh masyarakat menyebutkan, kondisi jalan desa itu benar-benar memprihatinkan. “Kami harapkan, ada semacam kepedulian dari pihak berkompetem untuk menanggulangi erosi Krueng (Sungai) Beuracan. Sebab, jalana itu sudah sangat mendesak untuk diperbaiki, “pinta Mukhlis, seorang masyarakat di sana.

Amatan BERITAMERDEKA.net, kenderaan roda dua masih terlihat melewati kebun dan pekarangan rumah penduduk yang juga sudah digerogoki erosi sungai itu. Sedangkan kendraan roda empat sama sekali tidak bisa melewati lagi.| rusli ismail |

Sponsored:
Loading...