Breaking News

Pemerintah dan KSSK Terus Diperkuat Jaga Stabilitas Makroekonomi

Pemerintah dan KSSK Terus Diperkuat Jaga Stabilitas Makroekonomi

Jakarta, BERITAMERDEKA.net-Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Fokus koordinasi kebijakan diarahkan pada mengatasi permasalahan sisi
permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha terutama sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam siaran pers yang diterima Beritamerdeka.net di Medan, Jumat 22/1/2021.

Dia menyebutkan pemulihan perekonomian global diprakirakan berlanjut pada 2021. Aktivitas ekonomi global diprakirakan terus meningkat, didorong oleh implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara
serta keberlanjutan stimulus kebijakan fiskal dan moneter.

Pemulihan ekonomi global ditopang terutama oleh Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), serta sejumlah negara maju seperti Eropa dan Jepang, termasuk negara berkembang seperti India dan ASEAN.

Perkembangan tersebut dikonfirmasi oleh kinerja sejumlah indikator dini pada Desember 2020 yang terus menunjukkan
perbaikan ekonomi. Index (PMI) manufaktur dan jasa di AS, Tiongkok, dan
India melanjutkan fase ekspansi.

Selain itu, keyakinan konsumen, terutama di Tiongkok dan kawasan Eropa, juga terus membaik, dan keyakinan bisnis di banyak negara melanjutkan peningkatan.

"Perbaikan ekonomi global tersebut mendorong berlanjutnya kenaikan volume
perdagangan dan harga komoditas dunia," ujar Erwin Haryono.

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global diprakirakan menurun seiring dengan ekspektasi perbaikan perekonomian global, termasuk arah kebijakan fiskal Pemerintah AS yang baru, di tengah kondisi likuiditas global yang besar dan suku bunga yang tetap rendah.

Perkembangan ini lanjutnya kembali mendorong aliran modal ke negara
berkembang dan menopang penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik hingga akhir 2020, diprakirakan meningkat secara bertahap pada 2021. Meski sedikit lebih rendah dari perkiraan semula.

Perkembangan sejumlah indikator pada Desember 2020 mengindikasikan perbaikan yang terus berlangsung.Seperti aktivitas ekspor dan impor meningkat, PMI manufaktur membaik, serta ekspektasi penjualan dan konsumen masih tetap baik.

Bukan hanya itu kata dia, program vaksin nasional yang telah dimulai pada awal Januari 2021 dan disiplin tetap dibarengi dengan penerapan protokol Covid-19."Diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik," pungkas Erwin.| BACHTIAR A |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...