Breaking News

Pemerintah Aceh tak Larang Shalat Idul Fitri Berjamaah

Pemerintah Aceh tak Larang Shalat Idul Fitri Berjamaah
DR EMK Alidar

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Sikap sangat terpuji dan bijak telah ditempuh oleh Pemerintah Provinsi Aceh dengan tidak melarang kaum muslim untuk melaksanakan Shalat Ied Idul Fitri 1441 Hijriyah secara verjamaah, baik itu dilakukan di masjid-masjid mapun di lapangan terbuka. 

Meski demikian Pemerintah Aceh memberikan ketentuan atau persyaratan yang harus dipatuhinya, yakni masyarakat diminta tetap harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penebaran wabah Covid-19.

Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama di Banda Aceh yang sempat dimintai komentarnya menyangkut kebijakan Pemprov Aceh itu, Sabtu 23 Mei 2020 menyatakan, keputusan yang diambil ulil amri itu merupakan langkah yang sangat bijak.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Dr Alidar, saat dimintai keterangannya menjelaskan, sejumlah masjid di Aceh, termasuk Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, memang jauh-jauh hari telah menyatakan tetap akan melaksanakan Shalat Ied Idul Fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada, Minggu 24 Mei 2020 besok.

Karena itu Alidar, meminta seraya menghimbau seluruh jamaah shalat Ied perlu menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, pakai masker dan tidak berjabat tangan.

Selanjutnya, untuk mendukung dan memudahkan para jamaah dalam melakukan sistem  protokol kesehatan itu, maka langkah perlu ditempuh oleh pengurus masjid adalah menyediakan wastafel di halaman agar jamaah bisa dengan mudah mencuci tangan.

Alidar menyebutkan, Pelaksanaan Shalat Ied Idul Fitri secara berjamaah, baik itu dilakukan di masjid maupun di lapangan, sesuai dengan tausyiah MPU Aceh nomor 5 tahun 2020 terkait ibadah di Bulan Ramadhan.

Tausyiah tersebut, kata Alidar, diantaranya memuat soal pelaksanaan shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan secara berjamaah, Namun, tausyiah itu juga tidak melarang warga yang ingin beribadah shalat di rumah.

Tausyiah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 5 Tahun 2020 menetapkan 13 poin hasil rapat pimpinan yang mengatur tata cara pelaksanaan ibadah Bulan Ramadhan dan kegiatan lainnya tahun 1441 Hijriyah, katanya.

Disebutkan Alidar, diantaranya adalah meminta setiap komponen masyarakat untuk bertaubat dan meningkatkan ibadah dengan sungguh-sungguh, baik di masjid, meunasah, maupun di rumah-rumah dengan tetap waspada dan memperhatikan protokol kesehatan dan arahan pemerintah.

Sedangkan terlait pelaksanaan shalat Ied Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman, menurut Alidar. pihaknya sudah melakukan rapat dengan sejumlah pihak, seperti Imam Besar MBR, Prof. Dr. Tgk. Azman Ismail, MA, Kepala UPTD MRB, Tgk. H. Ridwan Johan, Kadis Syariat Islam Aceh, Dr. EMK Alidar, Kepala Biro Isra Setda Aceh Zahrul Fajar, Plt. Kakanwil Kemenag Aceh, Djulaidi Kasim,M.Ag.

Berdasarkan rapat tersebut, pelaksanaan shalat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah di Masjid Raya Baiturrahman tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan virus corona. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...