Breaking News

Pelabuhan Bebas Sabang Bakal Kembangkan Sektor Logistik, Optimal Konektifitas Maritim

Pelabuhan Bebas Sabang Bakal Kembangkan Sektor Logistik, Optimal Konektifitas Maritim
Ilustrasi

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi turut melakukan penandatanganan kerja sama antara Krakatau Bandar Samudera (KSP) dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) serta meninjau pengembangan Pelabuhan Bebas Sabang.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo mengatakan pelabuhan Bebas Sabang, dapat meningkatkan dan mengoptimalkan konektivitas maritim.

“Pemerintah RI melalui Kemenko Marves sangat mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan oleh KBS dan BPKS ini,” sebut Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Selain meningkatkan dan mengoptimalkan konektivitas maritim, kerja sama ini juga diharap mampu mengembangkan sektor logistik yang dapat memperkuat rantai pasok global melalui jalur-jalur laut atau wilayah perairan strategis di Indonesia.

“Kerja sama ini dapat mendorong pengembangan dan revitalisasi penataan kawasan Sabang dan Cilegon-Banten menjadi salah satu poros logistik maritim, terutama komoditas penting dan curah di Indonesia,” sambung Deputi Basilio.

Deputi Basilio juga mengungkapkan bahwa Pelabuhan Bebas Sabang sangat strategis dan siap secara infrastrukturnya untuk dijadikan First Emergency Call-Response Port terutama di masa pandemi Covid-19.

"Kita perlu manfaatkan momentum global pandemi ini untuk benefit ekonomi dan pemberdayaan pemerintah daerah," jelas Basilio.

Dijelaskan oleh Deputi Basilio, Indonesia sebagai pengusung Resolusi PBB 75/17 berkomitmen untuk melindungi pelaut global, dan didukung 71 negara serta diadopsi pada tanggal 1 Desember 2020 di New York, meminta negara-negara untuk memfasilitasi masuknya kapal-kapal asing untuk menurunkan Pelaut sesuai Protokol Covid-19.

Pembangunan dan pengembangan transportasi laut ini dinilai sudah sangat mendesak untuk segera direalisasikan guna pemenuhan target rencana strategis serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat terutama jasa layanan moda transportasi laut bidang logistik dan kepelabuhanan.

“Rencana strategis ini akan mendorong sumber pembiayaan lain di luar APBN atau creative financing (keuangan kreatif) yang didukung banking system (sistem perbankan),” terang Deputi Basilio.(*)

Sumber:Okezone
Sponsored:
Loading...