Breaking News

PeKA Minta Bupati Aceh Selatan Ultimatum Kepala SKPK

PeKA Minta Bupati Aceh Selatan Ultimatum Kepala SKPK

Tapaktuan, Beritamerdeka.net- Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA), T. Sukandi menilai terkait keuangan daerah diduga masih berselemak pemotongan ini dan itu. Contohnya honorer dan tertundanya santunan kematian, juga belum dibayar nya tunjangan struktural eselon III dan IV, lalu pemangkasan TC atau penyesuaian tunjangan untuk DPRK atau pemangkasan biaya perjalanan dinas SKPK, DPRK, dan lain sebagainya. Kemungkinan ini akan terjadi bila keuangan daerah tidak stabil.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 95/PMK 07/2007 tentang jumlah kumulatif defisit APBN & APBD tidak boleh melampau ambang batas 3 % (toleransi defisit), karena sifatnya positif untuk mendorong dan memotivasi daerah melahirkan semangat pengoptimalisasian PAD dan berusaha membuka sumber-sumber baru untuk peningkatan PAD.

Menurut T.Sukandi, bila defisit melampaui ambang batas toleransi maka keadaan keuangan daerah menjadi sulit untuk membiayai kebutuha-kebutuhan rumah tangga daerah seperti gaji atau upah, tunjangan lain dan sebagainya.

Maka untuk menyeimbangkan antara kemampuan dan kebutuhan sangat diperlukan rasionalisasi pengelolaan keuangan daerah,  ucapnya.

"Untuk Aceh Selatan tentu kita sangat prihatin, tetapi hal ini bukan kesalahan BPKD, namun semua ini dikarenakankan Estimasi atau Target PAD 2021 tidak tercapai dengan maksimal. Sedangkan PAD per September 2021 hanya 65, 82% dari target PAD 128.073.182.000,00 yang terealisasi hanya 84.293.566.455,87.

"Karena capaian target masih sangat jauh dari yang diharapkan, maka keadaan keuangan Aceh Selatan menjadi sulit," ujarnya.

PeKA meminta, bupati tegas mengultimatum Kepala SKPK, jika ada yang main-main untuk capaian realisasi PAD, maka siapapun mereka, baik dia tim Azam yang dianggap sudah berkeringat atau ahli famili, maka sebagai taruhannya jabatan mereka harus di EVALUASI atau di UKOM.

Tetapi, sebut T Sukandi, bila estimasi atau target PAD terealisasi 90 %, keadaan keuangan daerah Aceh Selatan akan aman dan stabil.

Lanjutnya, ke depan di tahun 2022 apabila dioptimalkan pendapatan dan dibuka sumber-sumber juga peluang baru PAD serta  disumbat kebocoran-kebocoran yang ada selama ini, dipastikan keuangan aman. |yati|

Editor:
Sponsored:
Loading...