Breaking News

Pegawai Honor Aceh Tamiang Cemas Ada Wacana Pemkab Pemotongan Gaji Tahun 2022

Pegawai Honor Aceh Tamiang Cemas Ada Wacana Pemkab Pemotongan Gaji Tahun 2022

Kualasimpang, BERITAMERDEKA.net -  Pegawai daerah dengan perjanjian kerja (PDPK) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang mulai cemas.

Pasalnya ada kabar gaji mereka dipangkas Rp 200 ribu per bulannya mulai Januari tahun 2022.

Kendati masih sebuah wacana dan pembahasan belum final, sejumlah pegawai tersebut mulai bertanya-tanya.

"Bagaimana ini? seakan merasakan sedang mimpi buruk di siang bolong," ujar salah seorang tenaga honorer yang tidak ingin disebutkan namanya. Rabu (24/11/21).

Dia mengatakan, dirinya sudah bertahun bekerja disalah satu instansi pemerintahan Pemkab, selama 12 jam kerja perhari.

Sebagai tulang punggung keluarga, ia harus menafkahi seorang istri dan dua orang anak dengan gaji Rp 800 ribu yang selama ini.

"Anak saya dua orang, baru masuk sekolah satu, gaji selama ini Rp800 ribu mau dipotong Rp200 jadi tinggal Rp600," ucapnya bernada sedih.

Sementara, katanya, selama ini pengeluarannya dalam satu bulan, mencapai Rp2,5 juta.

Untuk menutupinya Ia harus bekerja serabutan usai pulang dari kantornya. katanya.

"Saya kerja apa saja, untuk menutupi kekurangan-kekurangan, mungkin teman-teman honorer yang lain juga sama pak," ucapnya.

Ia juga mengetahui wacana yang ingin dilakukan Pemda untuk menutupi kekurangan anggaran pada tahun 2022.

Namun, dirinya bersama teman teman PDPK lainya berharap agar Pemda bisa membatalkan pemotongan gaji tersebut, dan mencari solusi lain dengan DPRK .

"Saya tetap bersyukur pak, Alhamdulillah juga istri saya tidak mengeluh atas berapa rezeki yang saya bawa pulang," katanya.

Sementara itu Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto mengatakan, dirinya dan empat Fraksi yang ada di DPRK Aceh Tamiang sepakat menolak wacana Bupati mengurangi honorarium PDPK.

Untuk itu, katanya, DPRK akan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang (TAPK), agar bersama sama dengan upaya mencari solusi. katanya.

"Mekanismenya seperti itu, kita sama-sama cari solusinya," ujar Suprianto.(R)

Sponsored:
Loading...