Breaking News

Bank Aceh

Pedagang Sayur Dan Bumbu Mengeluh, Pasar Lamdingin Sepi Pembeli

Pedagang Sayur Dan Bumbu Mengeluh, Pasar Lamdingin Sepi Pembeli
Pasar Baru Lamdingin Sepi

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Pedagang sayur dan bumbu masak yang pindah (direlokasi) dari Pasar Induk Peunayong beberapa hari lalu. Dan kini mulai berjualan di Pasar Baru di Kawasan Lamdingin, Kota Banda Aceh, mengeluh karena pemerintah tidak tegas terhadap pedagang yang masih berjualan bahkan semakin menjamur di kaki lima sepanjang Jalan Kartini.

Padahal kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) dari sejak dulu melarang pedagang sayur menggelar dagangan di kaki lima di seanjang Jalan Kartini, karena pengganggu pejalan kaki dan pemgendara kenderaan. Pasalnya sebagian hak publik jalan di kawasan itu dipenuhi pedagang sayur.

Sejumlah pedagang sayur dan bumbu masak yang ditemui BERITAMERDEKA.net Jumat 19 Juni 2020 menggelar dagangannya di Pasar Lamdingin, mengeluh karena dagangannya banyak tersisa. Kendati harga sayur mayur relatif menurun, tapi akibat minimnya pembeli membuat pendapatan pedagang makin merosot. 

“Omset penjualan kami sangat anjlok dan tetap saja sepi. Sampai menjelang sore kami tunggu pembeli, lakunya cuma sedikit, banyak barang tersisa, “kata seorang pedagang di Pasar Baru Lamdingin.

“Ya benar hingga sudah memasuki hari kelima kami berjualan di Pasar baru Lamdingin, setelah sebelumnya direlokasi dari Pasar Peunayong, hasil jualan kami masih sangat sedikit yang laku. Kalau kondisi ini terus berlanjut ada harapan kami padagang sayur dan bumbu masak gulung tikar alias semuanya bangkrut, “kata seorang Nyak pedagang sayur dan bumbu lainnya.

Sebagaimana diketahui, letak pasar baru Lamdingin lumayan jauh ke luar kota, sehingga sedikitnya menyebabkan konsumen malas datang. Apalagi, masih ada pedagang yang berjualan sayur dan bumbu di pusat Kota Banda Aceh yakni di Pasar Jalan Kartini dengan sendirinya akan lebih mudah para konsumen berbelanja di sana (pasar Kartini), tambahnya. 

Dikatakannya, pemerintah hendaknya yang direlokasi ke pasar baru Lamdingin bukan saya yang berjualan di Pasar Peunayong, tapi juga pedagang yang hingga sekarang masih berjualan di Pasar Kartini harus segera direlokasikan, sehngga tidak terkesan ada pilih kasih dalam penerapan aturan.

Diminta para pihak yang bertugas melakukan penertiban pasar harus komit dan tegas. Kalau tidak, akan semakin banyak lagi pedagang sayur dan bumbu yang berjualan di Pasar Kartini karena jangkau konsumen sangat mudah di pusat kota. Akibatnya, semua pembeli tidak ada yang mau ke Pasar Lamdingin yang jaraknya lumayan jauh itu. Apalagi, semua barang kebutuhan dapur sudah ada tersedia di Pasar Kartini.

Selain itu, sebut beberapa warga lainnya (konsumen), akibat semakin menjamurnya pedagang sayur dan bumbu masak yang menggelar lapak jualannya di kaki lima Pasar Kartini paska direlokasi pedagang dari Pasar peunayong, telah membuat kesemrautan di Pusat Pasar Kartini tersebut. Kondisi demikian sangat mengganggu para pengendara kenderaan dan pejalan kaki.

Akibat kondisi demikian sehingga membuat banyak warga enggan berbelanja ke pasar baru Lamdingin, karena mengingat letak lokasinya yang agak jauh hampir 4 kilometer dari pusat kota.

Para konsumen mulai memilih berbelanja di pasar-pasar tradisional lainnya seperti, Pasar Kartini, Pasar Neusu, Pasar Seutui dan pasar-pasar dadakan lainnya yang semakin tumbuh dan berkembang. 

Hal itu berbeda dengan yang diungkapkan para pedagang ikan, daging, ayam. Mereka, katanya, mendapat omzet jualan yang hampir sama dengan berjualan di Pasar Peunayong. “Ya bedanya, ada memang, di Lamdingin ini kan masih baru 5 hari kita jualan dan konsumen pun belum seluruh melirik ke Pasar ini (Lamdingin), “kata Ahmad seorang pedagang ikan.

Namun, harus diakui juga keluhan yang disampaikan para pedagang sayur dan bumbu masak ada benarnya, karena konsumen masih berbelanja di pasar lain di kota. Sedangkan pedagang ikan, daging, dan ayam sudah pada pindah ke Lamdingin semuanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh sudah komit dengan merelokasi semua pedagang yang berjualan di Pasar peunayong. Semua mereka direlokasi ke Pasar Terpadu Lamdingin yang diberi nama Pasar Samudra Kutaraja Gemilang (PSKG), sejak 15 Juni 2020.

Menurut Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, alasan utama merelokasi para pedagang, karena mengingat pasar lama di Peunayong sudah tidak layak lagi, begitu semrawut, sempit, macet, dan kotor. 

Gratiskan Sewa 2 Bulan Pertama

Alokasi kios dan lapak di pasar baru akan diprioritaskan bagi pedagang lama di Peu¬nayong. “Sebagai stimulus bagi pedagang, untuk dua bulan per¬tama akan kita gratiskan biaya sewanya. 

Sementara, Kadis Koperasi UKM dan Perdagan¬gan M. Nurdin mengatakan para pedagang yang direlokasi dari Peunayong ke Lamdingin itu mereka yang selama ini menempati pasar ikan, daging, sayur dan bumbu di Peunayong dengan totalnya 282 pedagang. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...