Breaking News

Bank Aceh

Pedagang Kursi Keliling tak Kenal Lelah

Pedagang Kursi Keliling tak Kenal Lelah
Abd Jabar tak kenal lelah | r ismail

BERITAMERDEKA.net - Meski matahari sudah menunjukkan angka pada pukul 12:00, tapi teriknya matahari masih diwarnai mendung dan terasa dingin.

Dinginnya luar biasa, membuat sekujur tubuh menjadi kedinginan, Selasa 12 Mei 2020.

Namun tidak membuat ayah tiga anak itu bermalas-malasan mencari rezeki di bulan suci Ramadhan.

Abd Djabar, sejak empat tahun belakangan harus bekerja ekstra keras dan dengan menantang maut serta kedinginan maupun siraman hujan, bahkan panas teriknya matahari di kalam musim kemarau.

Dia terus berjibaku bekerja untuk mencari nafkah menghidupi istri dan anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya sebagai pemimpin rumah tangga.

Pekerja keras yang pantang menyerah itu dengan menggunakan becak bermotor (Betor), dia membawa kursi/bangku dan tangga kayu berkeliling dari satu kawasan ke kawasan lainnya memasuki perkampungan padat penduduk untuk menjajakan dagangannya.

Dari hasil menjual kursi dan tangga, Djabar mengaku mendapat penghasilan antara Rp.75.000 hingga Rp.100.000/hari.

Dengan uang itu, dia menghidupi keluarganya, dengan tiga orang anak yang bersekolah tingkat SD dan SMP serta SMA.

“Cukup tidak cukup itulah rezeki yang ada, “kata penduduk Desa Lueng Bata, Banda Aceh itu kepada BERITAMEREDEKA.net, Senin 12 Mei 2020.

Dengan sepeda motor tua yang diubahnya menjadi becak bermotor itu, Abd Djabar memulai usahanya menjaja kursi dan tangga mulai pukul 08:00. Dia berkeliling, mulai dari semua kecamatan dalam wilayah Kota Banda Aceh dan sebagian kecamatan di Kab. Aceh Besar. Meski diakui juga terkadang hingga ke luar daerah. “Masuk gang dan keluar gang mencari pembeli, “katanya.

Cerita Abd Djabar, kadang-kadang kursi dan tangga yang dibawanya cepat laku. Ada kalanya juga, dari 8 sampai 10 unit yang dibawa, hanya laku dua saja.

“Begitulah rezekinya dan kita selaku umat beragama (Islam) harus mensyukurinya rezeki yang dibarikan Allah SWT itu. Karena, kalau dikejar kalipun, ada kalanya tidak dapat, “tambah dia.  

Berkeliling menawarkan kursi dan tangga kayu kepada masyarakat pada bulan Ramadhan seperti sekarang, bagi  Abd Djabar memiliki tantangan tersendiri.

Dia bertekad, puasa harus tetap jalan, walaupun dahaga luar biasa. 

“Saya berusaha puasa tidak boleh tinggal. Karena mencari rezeki untuk keluarga menjadi kewajiban dan tanggung jawab. Mudah-mudahan rahmad dari Allah selalu menyertai tugas-tugas kita, “kata Abd Djabar sambil senyum

Di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, bagi Abd Djabar adalah sebuah keberkahan. Karena dia bisa bekerja sambil beribadah puasa.

“Ramadhan itu sebuah keberkahan bagi saya.
Sebab tahun yang akan datang, belum tentu lagi manusia itu bisa mendapatkannya, “ungkapnya.

Walaupun sambil berpuasa, aktivitasnya berdagang kursi dengan berkeliling kampung tidak membuatnya meninggalkan puasa.

“Untuk apa kita bekerja tetapi meninggalkan perintah Allah. Hidup diakhirat itulah yang kekal. Maka berlomba-lombalah “meraih kebaikan”, katanya. | r ismail |

Sponsored:
Loading...