Breaking News

Bank Aceh

Pedagang Kecil Di Pidie Jaya Kurang Dipedulikan

Pedagang Kecil Di Pidie Jaya Kurang Dipedulikan

Meureudu, BERITAMERDEKA.net - Selama lima tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, dinilai kurang peduli terhadap kondisi kehidupan pedagang kecil terutama pedagang kaki lima (PKL). 

Hal itu disampaikan sejumlah pedagang di Kota Meureudu dan kota kecamatan lainnya kepada BERITAMERDAKA.net, Sabtu 28 Juni 2020. Menurut mereka, ketika pedagang kecil mengajukan permohonan bantuan modal usaha, sebelum pihak pemerintah beralasan tidak mempunyai dana.

Hal ini seperti yang dialami seorang pedagang yang menggelar dagangannya di seputaran Kota Meureudu. Di mana pedagang yang tidak mau disebutkan namanya itu, sudah menjalankan usahanya sekira 15 tahun.

“Dulunya saya pernah mengajukan permohonan modal usaha untuk membeli mesin peras tebu kepada Pemkab Pidie Jaya, tapi tidak pernah mendapat respon positif, “ucap pedagang air tebu secara tradisional.

Dia mengatakan, dari hasil menjual air tebu yang dilakoninya pada setiap hari itu, dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. “Alhamdulillah pada setiap hari pembeli air tebu yang saya peras secara tradisional, yang disebut yeue.”katanya. 

Terpenting isteri dan anak di rumah tidak lapar, sehingga pekerjaan ini sangat menjanjikan  dengan meraih keuntungan per hari antara Rp.70.000 hingga Rp.100.000 per-hari, “ujarnya 

Namun sejalan dengan usia yang semakin lanjut dan permohonan mendapat bantuan modal membeli mesin peras itu tidak mendapat tanggapan dari Pemkab, maka dengan kondisi kesehatan yang semakin melemah tidak sanggup lagi menggunakan alat peras tradisional. Akhirnya, saya berhenti berjualan air tebu dan beralih ke usaha kecil-kecilan lainnya.

Banyak pedagang kecil lainnya di Kabupaten Pidie tak mampu diberdayakan secara maksimal, malah terkesan seperti dikucilkan oleh Pemkab. Begitu juga keberadaan pemodal kuat yang hanya memikirkan pengembangan usahanya sendiri.( Rusli Ismail ).

Sponsored:
Loading...