Breaking News

Pedagang Jualan di Trotoar Ganggu Pejalan Kaki

Pedagang Jualan di Trotoar Ganggu Pejalan Kaki
Jualan di trotoar

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Keberadaan ratusan pedagang dengan membangun kios dan berjualan di atas trotoar sepanjang jalan dalam kawasan wilayah Kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh dinilai sangat mengganggu aktivitas kampus dan pengguna/pelintas jalan. 

Ishak, warga setempat kepada BERITAMERDEKA.net, Selasa 09 Juni 2020 mengatakan, keberadaan para pedagang di atas trotor, selain mengganggu kenyamanan kampus juga membuat kawasan lembaga pendidikan itu menjadi semraut dan merusak pemandangan setiap orang yang melihat. 

Menyikapi suasana itu dan menyahuti keluhan warga, sudah seharusnya Pemerintah Kota Banda Aceh secepatnya bertindak mencari solusi dalam menangani persoalan itu sehingga tidak terkesan kawasan kampus itu semraut dan jorok, pinta Ishak.
Padahal, kata Ishak, yang harus dipahami trotoar itu dibangun khusus untuk pejalan kaki agar tidak terserempet/tersenggol kenderaan jika berjalan di jalan. Tapi, anehnya malah trotoar yang menjadi hak publik itu malah disalahgunakan membangun kios dan berjualan sehingga pejalan kaki tak bisa melintasi trotoar.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Demokrat T. Ibrahim, ST mengaku banyak menerima keluhan masyarakat karena terganggu dengan keberadaan pedagang di atas trotoar dalam wilayah kampus Unsyiah dan UIN Ar-Raniry. 

Bahkan, kata anggota DPR Aceh itu, kedua Rektor Universita kebanggaan masyarakat Aceh itu telah menyurati lembaga dewan Aceh (DPRA) seraya meminta aparat terkait menertibkan pedagang di atas trotoar dan got dalam kawasan kampus yang sangat mengganggu pengguna jalan.

Apalagi, kata T. Ibrahim, mulai pagi hingga malam hari kawasan itu selalu ramai sehingga mengganggu pejalan kaki dan kenyaman dalam kampus. “Menyangkut persoalan itu, kita meminta Pemko Banda Aceh menindaklanjuti laporan ini. Ditambahkan T. Ibrahim , tanah kosong di tepi jalan umumnya difungsikan untuk trotoar tak boleh menjadi hak pribadi. 

"Itu membuat suasana di kampus semrawut dan melanggar aturan sehingga masyarakat dan ke dua Rektor Universitas itu meminta dewan untuk menegur pihak terkait supaya menertibkan kawasan kampus, "ungkapnya seraya menambahkan, trotoar merupakan fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas lainnya seperti lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan/bahkan harus ada fasilitas khusus bagi penyandang cacat. Tapi anehnya digunakan untuk tempat berjualan. 

Karenanya aparat berwenang diminta bertindak tegas menertibkan dan memberi sanksi bagi yang membandel. Karena menurut Ibrahim, ada sanksi dapat dikenakan pada yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki. 

"Itu ada ancaman pidana, kalau tidak salah bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana baik penjara ataupun denda. Tapi saya tidak tahu berapa lama dapat dipenjara atau berapa besar denda yang dikenakan, "ujarnya. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...