Breaking News

Soal  Wacana Pasangan Erlangga - Ganjar Pranowo

PDIP dan Golkar Sedang "Perang", Sebut Hasto Kebakaran Jenggot

PDIP dan Golkar Sedang "Perang", Sebut Hasto Kebakaran Jenggot
Nurdin Halid

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid menegaskan bahwa Partai Golkar tidak pernah kekurangan kader yang berkualitas. Hal ini merespons Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menyebut Golkar putus asa karena mulai mendekati Ganjar Pranowo.

 "Reaksi Bung Hasto saya pikir berlebihan, tidak relevan, dan tidak faktual. Mungkin terhormat kalau saya bilang reaksi itu semacam kebakaran jenggot," kata Nurdin saat dihubungi Tempo, Ahad, 14 November 2021.

Nurdin mengatakan Partai Golkar di era reformasi sudah memproduksi banyak kader handal yang duduk di legislatif maupun eksekutif hingga tingkat daerah. Beberapa kader bahkan mendirikan partai baru. Seperti Prabowo Subianto yang mendirikan Partai Gerindra, Wiranto yang mendirikan Partai Hanura, dan Surya Paloh yang mendirikan Partai Nasdem.

"Banyak juga yang melanjutkan perjuangan di partai lain, seperti PDIP. Ada juga di PDIP yang dulunya kader Golkar yang mengembangkan diri di sana. Itu tanda kaderisasi Golkar berjalan baik," kata Nurdin.

Hasto sebelumnya menyebut Golkar berusaha membajak Ganjar yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah untuk maju di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Nurdin tak sepakat dengan ungkapan membajak yang digunakan Hasto. Bahkan ia menyebut pernyataan itu terkesan naif.

Ia mengatakan pada Pilpres 2009, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saja berpasangan dengan Prabowo, yang saat itu masih kader Golkar. Di 2014, Joko Widodo juga berpasangan dengan Jusuf Kalla yang mantan Ketua Umum Golkar.

"Apakah itu membajak? Menurut saya tidak, karena politisi itu tujuannya kekuasaan dan kekuasaan itu perlu komunikasi politik. Komunikasi politik yang strategis itu, di era multipartai koalisi dibutuhkan. Tak bisa partai berjalan sendiri dalam mencapai kekuasaan," kata Nurdin.

Selain itu, Nurdin juga menegaskan bahwa wacana mengajak Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP untuk bergabung dengan Golkar, bukan merupakan sikap resmi partai. Wacana tersebut ia ungkapkan dalam suatu diskusi bersama dengan relawan pendukung Ganjar sebagai Capres 2024.

Saat itu, Nurdin membuka ruang bagi Ganjar untuk maju bersama Golkar, bila memang PDIP tak membuka ruang untuk maju sama sekali. "Wacana saya itu memberi motivasi kepada relawan ini. Karena relawan ini sifatnya sangat demokratis karena berasal dari akar rumput," kata Nurdin.

Tawaran yang ia ajukan bagi Ganjar pun bukan berarti untuk maju sebagai Capres 2024, tapi sebagai calon Wakil Presiden. Pasalnya, Nurdin mengatakan Golkar telah memutuskan akan mengusung Ketua Umum mereka, Airlangga Hartarto, sebagai Capres 2024, sesuai hasil Rapat Pimpinan Nasional.

"Intinya di situ, (Ganjar Pranowo diajak) menjadi wakil bagi Pak Airlangga. Karena Pak Airlangga tak mungkin maju sendiri. Jadi bukan (Ganjar) menjadi Capres. Karena Golkar sudah punya Capres, yaitu Pak Airlangga yang sudah ditetapkan di Rapimnas," kata Nurdin.(*)

Sumber:tempo.co
Sponsored:
Loading...