Breaking News

Bank Aceh

PDIP Bunyikan Alarm Tanda  Bahaya,  Jokowi  akan Dikudeta  Kelompok Kepercayaannya

PDIP Bunyikan Alarm Tanda  Bahaya,  Jokowi  akan Dikudeta  Kelompok Kepercayaannya
Presiden Jokowi

Jakarta, BERITAMERDEKA.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan untuk berhati-hati dengan para menterinya atau mengambil langkah siaga satu. Pasalnya, ada alarm yang disebut telah dibunyikan oleh salah satu partai yang menjagokan dirinya saat menjadi presiden setahun yang lalu.

Partai pengusung Presiden Jokowi di dua Pemilihan Presiden terakhir tersebut, yaitu PDI Perjuangan membunyikan alarm tanda bahaya.

Partai berlambang banteng ini mengingatkan Jokowi agar berhati-hati dengan tindak tanduk para menteri di kabinet Indonesia Maju.

Partai yang diketuai oleh Megawati ini mencium gelagat yang tidak baik dari para orang kepercayaan presiden ini.

Salah satu upaya yang ditawarkan adalah melakukan reshuffle kabinet.

"Sudah harus siapkan nama-nama pengganti menteri yang dianggap tidak loyal. Lebih baik diganti ketimbang menggerogoti dari dalam, bahkan bisa menelikung dengan cara mengambil alih kekuasaan di tengah jalan.

Hati-hati kudeta merangkak. Ingat sejarah," kata politikus PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, dilansir dari RRI, Sabtu 24 Oktober 2020.

"Jangan lengah. Tidak tertutup kemungkinan ada manuver-manuver politik dari beberapa pembantu Jokowi demi kepentingan jangka panjang (Pilpres)," sambung politisi kelahiran Pontianak ini.

Maka, menurut Darmadi, Jokowi harus berani mengambil sikap tegas dengan menempatkan orang-orang yang memiliki kapasitas dan loyal terhadapnya.

Yaitu calon menteri yang bersedia mengabdi kepada bangsa dan negara dan meminggirkan kepentingan pribadi ataupun partainya.

Ia menambahkan, yang tidak kalah penting Jokowi segera melakukan evaluasi, khususnya bagi menteri-menteri yang disinyalir bermanuver dalam kabinet Jokowi jilid II ini.

"Per tiga bulan bila perlu mesti ada review secara ketat. Review diperlukan sebagai upaya mengidentifikasi adanya kepentingan-kepentingan yang diam-diam menyelinap ke istana tanpa diketahui pak presiden.

Jangan menunggu sesuatu terjadi tapi kita harus waspada dan antisipasi," kata Anggota Komisi VI DPR ini.

Politisi berusia 53 tahun ini mencurigai bahwa beberapa menteri tidak memberikan tenaga dan pikiran sepenuhnya dalam mengemban amanah 
Dimana amanah sebagai menteri di paruh kedua masa jabatan Jokowi dan diramalkan akan sibuk untuk mencari celah demi kepentingan pribadi atau golongannya.

"Nanti di pertengahan jalan (dua tahun setengah pemerintahan) akan kelihatan. Karena di fase itu patut diduga sudah tidak lagi memikirkan kepentingan kabinet dan program-program yang digariskan pak presiden, tapi mereka akan lebih mengedepankan kepentingan mereka," tegas politisi yang maju dari Dapil III Jakarta ini.(*)

Sumber:pikiranrakyat
Sponsored:
Loading...