Breaking News

Bank Aceh

Pasukan Kuning tidak Lebaran

Pasukan Kuning tidak Lebaran

KENDATI aktivitas perkantoran di Aceh dan sejumlah pertokoan serta aktivitas masyarakat hingga, saling sibuk dengan aktivitas merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1441 Hijriyah, Minggu 24 Mei 2020, namun berbeda dengan “pasukan kuning” tetap melaksanakan rutinitas sebagai pekerja kebersihan.

“Kami harus tetap harus bekerja seperti hari biasa mulai usai shalat ied Idul Fitri, untuk mengangkat sampah-sampah ini, apalagi pada saat lebaran jumlah sampah meningkat tiga kali lipat dari hari biasa, “ucap Iwan, petugas kebersihan di Kota Banda Aceh menjawab BERITAMERDEKA.net di kawasan Pasar Neusu Aceh, Banda Aceh.

Disaat orang lain sibuk berlebaran, namun dia bersama kawannya harus bekerja mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Banyak sampah yang tertumpuk yang harus kami angkat, “tukasnya. 

Disela-sela mengangkat sampah ke atas truk, petugas itu menuturkan suka duka berprofesi seperti dirinya.

Dalam menjalankan tugas, tak jarang Ridwan harus berhadapan dengan bangkai binatang seperti tikus dan kucing yang menusuk hidung. “Jijik juga pak, tapi karena tugas ya tetap juga kami angkat, “tukasnya.

Pada pekerjaan sebagai tukang angkut sampah, Ridwan mengaku sering tidak selera makan karena jijik ada sampah yang berulat ditambah lagi kotoran manusia. Tapi makin lama tidak jadi masalahnya lagi dan makan seperti biasa.

Soal penghasilan, dia mengaku gaji setiap bulan masih jauh dari kebutuhan yang harus dipenuhi untuk keperluan keluarga dan biaya sekolah anak. “Kalau dikatakan cukup, mana cukup pak.

Jadi harus dicari tambahan lain untuk menutupi kekurangan dengan bekerja serabutan apa saja yang bisa dilakukan, asal halal, ”ucapnya.

Dia mengatakan, suka duka menjadi “pasukan kuning” (petugas kebersihan).”Terkadang lambat sedikit kita angkat sampah kita dimaki, padahal keterlambatan itu karena banyaknya tumpukan sampah di tempat lain harus dibersihkan dan diangkut, “sebutnya.

“Capek dan bahkan dipandang hina oleh orang lain kerja petugas kebersihan pak, “ucap Iwan sambil mengangkatka kakinya ke atas truk sampah menuju tumpukan sampah berikutnya.

Melihat truk kuning bermuatan sampah yang tadinya berjalan pelan berhenti dan parkir di depan satu pertokoan.

Tiga petugas kebersihan memungut sampah dan memasukkannya kedalam truk. Mereka rela bekerja saat libur Lebaran.

“Padahal ingin pulang berlebaran bersama keluarga di kampung, tapi kalau pulang semua, gak ada yang bersihin. Jadi kami melakukan mudik bergantian, “kata petugas lainnya, Samad.

Dia mengaku mendapat uang tambahan untuk biaya dapur dan jajan anak bekerja saat libur yang bisa menutup kebutuhan bulanan, kata Samad tanpa menyebutkan jumlah uang tambahan itu. “Kalau enggak pulang _ia, ada uang tambahan tiap hari. Selama lima hari, “katanya.

Selain menjadi petugas kebersihan, Samad bekerja sebagai tukang ojek untuk nyukupin kebutuhan keluarga.

“Sampahnya dobel selama lebaran, nyapunya di jalanan juga  terus ke lokasi tertentu yang banyak sampah, “ujarnya.

Muhammad seraya menyebutkan, sedikitnya Ada sekira 50 petugas kebersihan di Ibukota Provinsin Aceh. Namun saat libur lebaran jumlah yang memungut sampah petugas berkurang. 

“Jadi, makanya beban tugasnya lebih berat di hari libur. Samad, Muhammad dan teman-teman lainnya tetap bekerja.

Pria yang tinggal mereka membersihkan jalanan dan komplek lainnya. Saat siang mereka kembali ketempat tinggalnya berkemas dan pulang. | rusli ismail |                                                                   

Sponsored:
Loading...