Breaking News

Pasokan Gula Pasir Tertahan, Harga Capai Rp 25.000 per Kilo

Pasokan Gula Pasir Tertahan, Harga Capai Rp 25.000 per KiloFoto : Saful A
Salah Satu Toko Grosir

ACEH TAMIANG, BeM -- Pedagang pasar tradisional di Aceh Tamiang , Provinsi Aceh, mengaku sulit mendapatkan pasokan gula pasir . Pasokan dari Sumatera Utara mulai tertahan, ada info memang sengaja dilarang, pemasukan ke Aceh secukupnya saja. Sehingga stok untuk Sumut bisa terpenuhi.

 Akibatnya, harga gula pada tingkat pedagang eceran di Opak dan Aceh umumnya melonjak mencapai Rp 20.000 s/d Rp.25.000 per kg. Dua minggu lalu harga Rp 15.600 per kg.

Menurut pedagang Harga per zaknya mencapai Rp. 830.000,00,- Rp. 880.000,00,- pembelian pedagang kepada Distributor, malahan barangnya langka di Pasaran. Akibatnya pedagang dan masyarakat keluhkan kondisi ini.

Salah seorang warga Kampung Binjai Seruway, Sayed Jafar (50) kepada awak media diwarungnya mengatakan "Kami selaku pedagang kecil merasa kewalahan dengan kondisi ini, masih mending kalau barangnya ada di pasaran, masih bisa diupayakan membeli biarpun dalam jumlah sedikit. Ini barangnya langka di pasaran", katanya.

"Kondisi ini ditambah lagi situasi merebaknya isu Virus Covid-19, menyebabkan semakin memperparah kondisi perdagangan.

Melonjaknya harga gula dalam dua pekan terakhir ini karena ada informasi Polda Sumut melarang gula jatah provinsi itu tidak boleh dijual ke daerah lain," ungkapnya.

Akibatnya, pengiriman gula dari pedagang grosir di Medan ke Aceh menjadi macet.

“Perusahaan angkutan barang trayek Medan-Aceh, sekarang tak berani mengangkut gula dari Medan ke Aceh, karena takut ditangkap polisi di wilayah perbatasan,” tambahnya.

Sementara Pedagang kios barang sembako di Kecamatan Rantau,  Sunardi (45) juga berhasil dimintai keterangannya oleh awak media ini mengeluhkan keadaan ini, bahkan ia harus menjual gula pasir hingga Rp. 21.000 per kg

"Kami yang jualan saja susah mendapatkan gula pasir di Toko - toko grosir", ungkapnya.

Toko Grosir Samsul Pekan Seruway berhasil dikonfirmasi awak media ini mengatakan, " Sulit untuk mendapatkan gula pasir saat ini, hari ini saya hanya dapat 3 zak saja dari Distributor, biasanya dapat 10 - 15 zak. Kami dalam menjual jadi serba salah, harga saya ambil dari Distributor Rp. 880.000,00,-/zak hari ini". Paparnya.

Informasi dari pedagang makanan keliling Infan (34) saat ditanyai awak media mengatakan di Kampung Sidodadi Seruway malahan dari bincang - bincang warga Rp. 24.000 per kg gula pasir.

Masyarakat sangat berharap kondisi ini agar segera berakhir, terutama agar lebih cepat proses antisipasi penyebaran dan pencegahan Covid - 19 ini. Jika kondisi ini terus belanjut masyarakat sangat terjepit terutama pemenuhan kebutuhan pokok.

Karena itu, Ramli menyarankan kepada Kadisperindag Aceh segera mengajukan kuota impor gula untuk Aceh kepada Menteri Perdagangan. Alasannya, stok gula di Aceh saat ini sudah sangat menipis.

“Sekarang stok gula di Aceh paling banyak untuk tingkat pedagang grosir hanya 30-50 sak. Stok sebanyak itu hanya cukup untuk dua sampai tiga hari ke depan, setelah itu kosong kembali. Jadi, wajar kalau harga gula pada pedagang pengecer di Banda Aceh dan Aceh Besar saat ini mencapai Rp 20.000-Rp 25.000 per kg.

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...