Breaking News

Pasien Corona Di Aceh Sembuh Karena Khatam Al Quran

Pasien Corona Di Aceh Sembuh Karena Khatam Al Quran
Ilustrasi

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Sebagian pasien corona di Provinsi Aceh, mengaku selama dalam masa penyembuhan dan isolasi, melakukan hal pendekatan diri dengan Allah Swt.

Misalnya dengan menggunakan waktu, selama di isolasi dengan membaca Al Quran. Bahkan, sampai khatam selama dalam masa penyembuhan.

Saat ini, Aceh mencatat rekor gemilang dalam menangani kasus Covid-19 di Indonesia. Di Negeri Serambi Mekah ini, jumlah total kasus terinfeksi virus corona tersedikit di Indonesia dari 34 provinsi.

Demikian salah satu rangkuman yang dipetik, dari 100 peserta halal bi halal seluruh Indonesia.

DR Harbiyah Gani  M.Pd

Dr. Harbiyah Gani, M.Pd, yang juga Bendahara Umum DPP ILUNI Fakuktas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP).

Harbiyah mengungkapkan salah satu metoda penyembuhan pasien positif corona di Aceh dengan cara mengkhatamkan baca Alquran.

Jumlah kasus positif corona di Provinsi Aceh sebanyak 19 orang. Dengan rincian 1 orang meninggal, 17 orang sembuh dan hanya 1 orang yang masih dirawat, karena belum sembuh. Jika dipersentasekan, kasus di Provinsi Aceh hanya 0,1 % dari total kasus nasional.

Di posisi kedua tersedikit kasus positif corona yang ditemukan secara nasional, yakni di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Yang positif terinfeksi hanya sebanyak 39 orang, 11 orang masih dirawat dan 11 orang dinyatakan telah sembuh. Ini sama dengan 0,2 persen total kasus secara nasional.

Perihal metoda penyembuhan pasien positif corona di Provinsi Aceh diungkap Dr. Harbiyah Gani, M.Pd, Dosen juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh.

Dr. Harbiyah yang juga Bendahara Umum DPP ILUNI FT UNP menyampaikan metode itu secara khusus pada Halal Bi Halal Daring ILUNI FT UNP melalui Aplikasi Zoom, Senin 25 Mei 2020, yang dilaksanakan dari pukul 21.00 hingga pukul 23.30 WIB.
"Alhamdulillah, jumlah kasus positif corona di Provinsi Aceh terendah di Indonesia,"

Demikian pula dengan jumlah pasien yang meninggal. Hanya satu orang, itu pun lebih cenderung disebabkan oleh penyaakit yang dialami si pasien selama ini.

Rasanya pada kesempatan ini perlu kami dari Aceh berbagi metoda penyembuhan pasien corona di Aceh, adalah dengan cara membaca Alquran sampai khatam.

"Apalagi kemarin juga bertepatan dengan Bulan Ramadhan," sebut Harbiyah dalam Halal Bi Halal daring via aplikasi zoom tersebut.

Apa yang disampaikan Harbiyah membuat 100 peserta Halal Bi Halal via aplikasi zoom itu tersentak kaget dan salut dengan cara mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.

Harbiyah juga mengungkap bahwa masjid-masjid di Aceh tetap dibuka seperti biasa agar masyarakat bisa tetap melaksanakan ibadah sesuai Syariat Islam.

Rektor UNP, Prof Ganefri, Ph.D

Halal Bi Halal tersebut dibuka oleh Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D dan diikuti Ketua Umum DPP ILUNI FT UNP, Nadirman, S.Pd, MM, Sekjen Yon Erizon, S.Pd, Ketua Harian DPP ILUNI FT UNP, Drs. Roswaldi, SST, M. Kom yang juga host Halal Bi Halal tersebut.

Sedangkan peserta berasal dari 9 DPW ILUNI FT UNP se-Indonesia, yakni DPW Sumbar, Riau, Kepri, Sumut, Aceh, Sumsel, Jabodetabek, Jabar, dan Jawa Tengah.

Pandemi corona dan dampaknya memang menjadi salah satu bahasan yang mendominasi dalam halal bi halal melalui dunia maya tersebut.

Rektor UNP Prof Ganefri bahkan sempat menyebut perkualiahan UNP sistem daring bisa jadi akan berlangsung sampai akhir tahun, jika belum ada kepastian tentang kapan berakhirnya pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Ketua ILUNI FT UNP, Nadirman,S.Pd, MM

Pandemi Covid-19 di Indonesia masih mengkhawatirkan. Jumlah pasien baru yang terjangkit virus corona, masih terus bertambah.
Kecuali di Provinsi Aceh, yang sejak beberapa hari terakhir nol kasus.


Karakter masyarakat Aceh yang disiplin, dinilai berperan besar dalam berhentinya kasus corona di Aceh. Disamping peran tokoh masyarakatnya, yang benar-benar didengar warganya.

Juru Bicara Covid-19 Achmad Yurianto pun mengapresiasi masyarakat Aceh, atas keberhasilan dalam upaya memutus rantai penyebaran virus.

Yuri juga menyoroti peran serta tokoh masyarakat Aceh dalam rangka memutus rantai penyebaran virus.

Menurutnya para tokoh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat dan tokoh yang lain, menjadi kunci keberhasilan. Dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat.


"Pasti ini peran dari tokoh masyarakat, bukan hanya dari peran pemerintah. Tapi tokoh masyarakat memegang peran kunci. Karena, saya paham betul masyarakat Aceh itu masyarakat yang masih sangat patuh kepada tokoh-tokoh masyarakat,” kata Yuri, saat konferensi pers di Jakarta, Minggu 25 Mei 2020.| bem |

Sponsored:
Loading...
Loading...