Breaking News

Pasca Idul Adha, Harga Cabai Merah Makin Pedas di Pidie Jaya

Pasca Idul Adha, Harga Cabai Merah Makin Pedas di Pidie JayaFOTO: Istimewa
ilustrasi warga panen cabai

Meureudu,BERITAMERDEKA.net – Pasca Lebaran Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah/2020 Masehi, bahan kebutuhan pokok jenis cabai merah terasa ‘semakin pedas’. Pasalnya, harga cabai itu di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pidie Jaya, mengalami kenaikan drastis tembus angka Rp.50.000 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp.15.000 per kilogram.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh BERITAMERDEKA.net, Senin (3/8/2020) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pidie Jaya. Harga cabai merah mengalami kenaikan hingga tembus angka Rp50.000 per kilogram.

Para pedagang mengatakan, kenaikan harga cabai disebabkan pasokan dari daerah penyuplai mengalami kekosongan. Sedangkan pasokan berasal petani daerah itu berkurang akibat banyak yang gagal panen karena tingginya curah hujan.

Ainsyah, pedagang di Pasar Meureudu, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya mengatakan, kenaikan harga cabai mulai terjadi sejak beberapa hari menjelang Idul Adha 1441 Hijriyah. Kenaikannya terjadi secara berangsur hingga pada saat ini. Pada beberapa bulan sebelumnya, masih dalam keadaan normal.

Sebagaimana disebutkan, Faisal (37 tahun) salah seorang pedagang eceran di pusat pasar Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pijay, Minggu 02 Agustus 2020 mengatakan, selama satu pekan terakhir permintaan cabai merah semakin tinggi.

“Sehingga dengan sendirinya juga harga cabai ini menjadi lebih mahal hingga mencapai Rp50.000 per Kg dari sebelumnya di jual Rp.15.000 per Kg," sebutnya seperti yang dilansir aceh.tribunnews.com.

Menurut Faisal, jika pasokan cabai merah untuk satu atau dua pekan ke depan tidak normal. Maka dikhawatirkan akan berdampak tingginya harga yang diperkirakan bisa mencapai Rp60.000 per Kg atau malah lebih hingga Rp70.000 per Kg. |Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...