Breaking News

Para Relawan dan Loyalis Jokowi Jadi Petinggi BUMN

Para Relawan dan Loyalis Jokowi Jadi Petinggi BUMN

BERITAMERDEKA.net - Kesuksesan Presiden Jokowi kembali duduk di kursi RI 1 tentu tak lepas dari orang-orang yang mendukungnya, seperti halnya relawan. Sejak Erick Thohir menduduki jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perombakan pun dilakukan besar-besaran.

Perombakan sebagai langkah Erick membenahi perusahaan pelat merah itu. Salah satunya, perombakan di jajaran direksi BUMN yang tidak mengikuti aturan good corporate governance (GCG). Misalnya saja masalah rekayasa laporan keuangan.

"Window dressing laporan keuangan. Itu bisa masuk tindakan kriminal, apalagi kalau window dressing ini terus-terusan, abis bawahnya kelihatan untung, tapi gak ada cash-nya hanya bagi buat gaji bonus saja," kata Erick di Kementerian BUMN, Jumat, 10 Januari 2020.

Selain itu, dia menuturkan, key performance indicator (KPI) jajaran direksi dan komisaris yang tidak tercapai, juga menjadi alasan lain Erick sering melakukan bongkar pasang petinggi perusahaan BUMN.

Ketika bongkar pasang BUMN tersebut, banyak pendukung atau relawan Jokowi yang masuk ke dalamnya. Bahkan beberapa hari ini secara berturut-turut, beberapa pendukung Jokowi kembali menduduki kursi petinggi perusahaan pelat merah itu, mulai dari Eko Sulistyo hingga Dyah Kartika Rini.

Kira-kira siapa saja loyalis Jokowi yang masuk dalam lingkar BUMN?

Mantan relawan Jokowi Dyah Kartika diangkat menjadi komisaris independen PT Jasa Raharja.

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Dyah Kartika Rini atau Kartika Djoemadi, yang juga mantan Komisaris PT Danareksa (Persero), sebagai komisaris independen perusahaan asuransi umum dan sosial BUMN, PT Jasa Raharja (Persero).

Dalam perjalanan politiknya, Dyah Kartika sebelumnya merupakan mantan relawan Jokowi saat mengikuti Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 dan Pemilihan Presiden 2014. Dia juga pernah menjabat sebagai Koordinator Jokowi Advanced Social Media Volunteers.

2. Relawan Jokowi sejak Pilwakot Solo, Eko Sulistyo diangkat jadi komisaris PT PLN.

Loyalis Jokowi selanjutnya yaitu Eko Sulistyo. Eko memang sudah dikenal sebagai pendukung Jokowi sejak orang nomor satu di Indonesia itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Pada Pilpres 2019, dia menjadi relawan tim pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin.
Kemudian, Eko diajak masuk ke dalam lingkar Istana sebagai Deputi IV di Kantor Staf Presiden.

Sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai ketua KPUD Solo pada 2003-2008.
Usai tidak lagi di KSP, Eko sekarang diangkat sebagai komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pengangkatan Eko tertuang dalam SK-330/MBMU/10/2020 tertanggal 9 Oktober 2020,Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir.

"Sehubungan dengan adanya Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) Nomor: SK-330/MBU|10|2O20 tanggal 9 Oktober 2020 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara, dengan ini disampaikan bahwa RUPS mengangkat Sdr Eko Sulistyo sebagai Komisaris," tulis SK PLN yang dikutip dari keterbukaan BEI.

3. Ulin Yusron diangkat jadi komisaris independen ITDC.

Loyalis Jokowi lainnya yang masuk jajaran petinggi BUMN adalah Ulin Ni’am Yusron alias Ulin Yusron.

Kementerian BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development (ITDC), mengangkat Ulin sebagai komisaris independen.

Ulin Yusron mengisi posisi yang ditinggalkan Donni Aldian yang sebelumnya telah ditunjuk menjadi komisaris independen ITDC. Melalui SK yang sama, pemegang saham juga mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Donni Aldian sebagai komisaris independen ITDC terhitung sejak 8 Oktober 2020.

Sebelum dipercaya sebagai komisaris independen, Ulin Yusron berkarier sebagai wartawan di Mingguan Ekonomi dan Bisnis Kontan hingga 2008. Kemudian, mendirikan situs beritasatu.com hingga 2013.

Ulin sempat menggeluti dunia private investigation dan menjadi konsultan beberapa media daring pada 2009-2013. Tak hanya itu, dia juga aktif sebagai salah satu anggota tim media sosial pasangan calon Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

4. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipilih sebagai komisaris utama PT Pertamina.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah salah seorang pejabat yang namanya dikenal berada di lingkaran Jokowi. Sejak menjadi wakil gubernur DKI, Ahok makin 'dekat' dengan mantan Wali Kota Solo itu.
Pada November 2019, Ahok pun dipilih Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris utama PT Pertamina.

Alasan Erick memilih Ahok pada saat itu agar tercapainya pengurangan impor migas. Sosok Ahok dinilai Kementerian BUMN dibutuhkan di dalam upaya pembenahan di Pertamina.

"Bukan berarti anti-impor, tapi mengurangi, proses-proses pembangunan refinery ini amat sangat berat, jadi saya perlu team work yang besar tidak bisa dirut (direktur utama) saja," ujar Erick di kompleks Istana Negara, 22 November 2019.

5. Yenny Wahid, pendukung Jokowi yang menduduki jabatan komisaris independen Garuda Indonesia.

Selanjutnya, ada sosok perempuan yang juga masuk ke dalam lingkar orang nomor satu di Indonesia itu, yang juga putri Presiden ke-4 RIAbdurrahman Wahid, Yenny Wahid. Pada Pilpres 2019, Yenny memutuskan memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Meskipun tak masuk ke dalam tim sukses, Yenny ikut turun langsung dalam kampanye pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Pada Rabu (22/1/2020), Yenny pun dipilih menjadi komisaris independen PT Garuda Indonesia (Persero). Pemilihan Yenny tersebut berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

6. Mantan Kepala Bekraf Triawan Munaf menjadi komisaris utama Garuda Indonesia.

Berikutnya, adalah mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf yang juga masuk ke dalam jajaran petinggi di BUMN. Pada Pilpres 2019, Triawan juga masuk ke dalam tim kampanye pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Pada 2020, Triawan pun diangkat menjadi komisaris utama PT Garuda Indonesia (Persero).

7. Mantan Jubir TKN Arya Sinulingga dipilih sebagai staf khusus Menteri BUMN.

Mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, juga berhasil menduduki kursi jabatan di BUMN.

Pada November 2019, dia ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai staf khususnya, di bidang komunikasi publik.

Setelah ditunjuk Erick, Arya pun mundur dari semua jabatan di MNC Group dan Partai Perindo yang selama ini membesarkannya.

8. Jubir Presiden Jokowi Fadjroel Rachman juga diangkat menjadi komisaris PT Waskita Karya.

Tak hanya itu, loyalis Jokowi lainnya, Fadjroel Rachman juga diangkat sebagai Juru Bicara Presiden.

Pada Juni 2020, Fadjroel ditunjuk sebagai komisaris PT Waskita Karya. Sebelumnya, dia juga menjabat sebagai komisaris utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

9. Viktor Sirait, loyalis Jokowi yang menduduki posisi komisaris independen Waskita Karya.

Komisaris Independen PT Waskita Karya, Viktor Sirait (waskita.co.id)
Loyalis Jokowi lainnya yang menduduki jabatan di BUMN adalah Viktor Sirait. Sama seperti Fadjroel, Viktor juga dikenal sebagai loyalis yang aktif mendukung Jokowi.

Pada Juni 2020, dia ditunjuk untuk menduduki kursi komisaris independen PT Waskita Karya.
Kira-kira siapa lagi ya relawan Jokowi yang dapat kursi empuk di BUMN.(*)

Sumber:Idntime
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...