Breaking News

Ormas Islam Tanyakan Kasus Khalwat Oknum Dokter Hingga Tersangka Bebas Hukuman

Ormas Islam Tanyakan Kasus Khalwat Oknum Dokter Hingga Tersangka Bebas Hukuman
Perwakilan Ormas Islam ketika mendatangi Kantor Satpol PP / WH Aceh Jaya

Calang, BERITAMERDEKA.net- Sejumlah perwakilan Ormas Islam di Kabupaten Aceh Jaya mempertanyakan tindak lanjut kasus Khalwat yang dilakukan oleh oknum dokter bersama ajudan Wabup Nagan Raya di komplek Puskesmas Ligan, Desa Ligan Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya.

Dari pantauan di kantor Satpol PP/WH Aceh Jaya, para perwakilan Ormas melakukan pertemuan dengan pihak staf PP/WH di ruang kantor setempat, Kamis 22/10/2020.

Said Mahzar Sekretaris FPI Aceh Jaya saat diminta tanggapan seusai kedatangan ke kantor PP/WH menjelaskan, maksud kedatangan para perwakilan Ormas Islam ingin mempertanyakan tindak lanjut kasus khalwat.

Menurutnya, dalam kasus ini pihaknya menilai penanganan terkait kasus ini tidak adil sehingga perlu adanya kepastian hukum sesuai dengan Qanun syariat islam yang berlaku di Aceh.

Pihaknya menyebutkan, walaupun ada sanksi adat yang telah dilakukan pihak desa yang diberikan kepada para pelaku Khalwat, namun proses hukum juga perlu ditegakan.

Ia menjelaskan, mereka ditangkap oleh warga setempat karena pasangan tersebut tidak bisa menunjukkan status pernikahannya saat diminta keterangan oleh pihak warga, sehingga para warga menduga pasangan tersebut telah menodai desa mereka.

" Makanya warga memberikan sanksi adat dan denda lantaran menodai desa mereka, tapi secara hukum tetap perlu ditegakkan sesuai hukum yang berlaku," kata Said Mahzar.

Said Mahzar juga menyampaikan, dalam penanganan kasus khalwat ataupun kasus lainnya yang ditangani pihak polisi PP/WH Aceh Jaya jangan tumpul ke atas atau tajam ke bawah.

" Hukum itu harus ditegakkan sesuai dengan qanun, jangan sampai warga miskin di berikan hukuman, sedangkan yang berada cukup diselesaikan secara kekeluargaan, ini tidak adil," ungkapnya.

Dan Said Mahzar juga menerangkan, hasil pertemuan dengan pihak Pol PP/WH Aceh Jaya, dijelaskan bahwa selama ini pihak penegak hukum dalam hal ini Pol PP/WH kekurangan dana yang diberikan oleh pemerintah.

" Jika tidak cukup dana, pemkab seharusnya memberikannya sesuai kebutuhannya, apalagi Pol PP/WH merupakan petugas penegakkan perda, sudah sepantasnya pemerintah memberikan lebih kepada pihak mereka," Harap Said Mahzar.

Dan pihaknya juga menerangkan, jika pemerintah kekurangan dana untuk diberikan ke pihak Pol PP/WH, pihaknya berjanji siap membantu pemerintah dengan bentuk galang dana untuk disumbangkan ke pihak pemerintah.

" kami selalu masyarakat siap melakukan penggalangan dana untuk disumbangkan demi penegakkan syariat Islam di Aceh Jaya," Cetus Said Mahzar.

Sementara, Kasatpol PP/WH Aceh Jaya, Supriadi melalui Kasie Lidik, Razali menjelaskan, terkait kasus Khalwat yang terjadi di Desa Ligan sudah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurutnya di lepasnya pasangan tersebut karena kasus itu dianggap telah selesai. Hal itu sesuai dengan qanun nomor 9 dan keputusan bersama antara Polda Aceh dan ulama terkait penanganan kasus.

Ia menjelaskan, sesuai dengan qanun dan keputusan bersama ada 18 kasus yang bisa diselesaikan ditingkat desa yang didalamnya termasuk kasus khalwat.

" Jadi, kasus khalwat ini sudah ditangani pihak desa dengan memberikan hukum adat dan ganjaran, maka pihak kami menilai kasus ini telah selesai," Ujar Razali.

Razali menjelaskan kalau kasus tersebut di anggap selesai karena sebelumnya pihaknya telah menanyakan kepada pihak tersangka terkait hukuman dan penyelesaian yang telah dilakukan pihak Desa setempat.

"Saat kita lakukan penyelidikan terhadap tersangka mereka menyampaikan kalau kasus tersebut telah pernah dilakukan penyelesaian di tingkat Desa, sehingga kita tanyakan lagi kepada pihak Desa dan Kecamatan dan mereka juga menyampaikan sudah memberi sangsi tingkat Desa baik denda maupun dimandikan.

"Karena tidak boleh tersangka mendapatkan dua hukuman, kalau memang sudah mendapatkan hukuman adat maka kasus dianggap selesai namun jika tidak maka itu akan dilanjutkan di WH," terang Razali. |musliadi|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...