Breaking News

Oknum Kades Darul Imami Diduga Mark Up Anggaran Desa

Oknum Kades Darul Imami Diduga Mark Up Anggaran Desa

Kutacane, BERITAMERDEKA.net - Ada beberapa temuan warga soal kegiatan di gampong mereka yang berindikasi merupakan proyek Mark Up Tahun Anggaran 2021, dilakukan Kepala Desa Darul Imami, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara.

Menurut warga setempat, Ridwan mengatakan, kepada BERITAMERDEKA.net Minggu (6/6/2021), kegiatan dengan anggaran dana desa tahun 2020 - 2021, untuk tahap pertama sebesar Rp.280 juta, yang dilakukan oleh Pengulu Kute (Kepala Desa-red) Darul Imami.

Adapun jenis kegiatan yang diduga di Mark Up itu, meliputi pengerjaan  pembangunan plat Deeker berjumlah 2 (dua) unit, sedangkan yang dikerjakan hanya dikerjakan 1 (Satu) unit. Lalu, proyek pengerasan jalan, namun yang dilakukan hanya penimbunan material.

Kemudian proyek pembangunan jembatan beton, pengorekan dengan menggunakan alat berat selama dua hari, bersumber dari anggaran APBN, tetapi tidak disiapkan oleh Pengulu Kute, sehingga pembangunan ini diduga terjadi Mark Up dan terbengkalai.

Dari rincian warga setempat, anggaran dana desa tahap pertama yang di kucurkan untuk proyek tersebut sekitar Rp100 juta.

Yang lebih mencengangkan, akunya, penarikan dana tahap ke dua, senilai Rp250 juta, hanya untuk membeli Sirtu (Pasir batu) dua mobil di tahun 2021 ini, ujarnya.

Warga juga mengungkapkan, selain kegiatan fisik yang diduga telah menyalahi aturan, karena pekerjaan sudah melewati masa kontrak, anehnya penarikan  tahap ke dua bisa cair, padahal pekerjan dana desa di tahap pertama pun tidak siap dikerjakan sampai sekarang.

“Bagaimana membuat laporan pertanggungjawabannya, dan kenapa ketua Badan Permusawaratan Kute (BPK) serta Camat, mau menandatangani pengajuan dana desa Darul Imami tahap berikutnya. Ini menjadi tanda tanya warga. Ada apa?

Sementara itu, Kepala Desa Kute Darul Imami, Amri, belum memberi keterangan, saat wartawan BERITAMERDEKA.net, menghubungi melalui telpon selulernya tetapi tidak aktif. Kirim pesan via whatsapp, namun belum ada balasan, sehingga berita ini diturunkan.|Pardi Alas|

Editor:
Sponsored:
Loading...