Breaking News

Bank Aceh

Offroad Melintasi Jalan Rusak

Offroad Melintasi Jalan RusakFOTO: Rusli Ismail
Warga melintasi jalan bebatuan

HUJAN yang selama ini masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya, membuat sejumlah jalan poros desa menjadi becek dan licin. Bahkan, beberapa diantaranya seperti arena offroad. Kondisi jalan tersebut sangat dikeluhkan masyarakat, karena mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.

Ruas jalan poros jurusan Desa Lampoh Lada, Beuracan menuju kawasan pegunungan/ perkebunan Panton Pupu, Lhok Atana, Alue Deumam, Teuraceue, dan sekitarnya, misalnya. Jalan poros desa sepanjang sekira 6 kilometer ini rusak parah dan membahayakan para pengendara baik roda dua maupun roda empat.

“Kami merasa prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Sudah tidak ada pilihan, hampir semuanya rusak. Yang terparah jika musim hujan tiba, kondisi jalan itu sudah bisa dipastikan becek dan licin. Akibatnya, tidak jarang sering terjadi kecelakaan tunggal, tergelincir karena jalan licin dan bertanah, “ujar Tarmizi kemarin.

Warga setempat sudah lama mengalami kondisi jalan seperti itu. Memang ada pengaspalannya yang dilakukan, tapi hanya sebagiannya saja. Setiap melintasi jalan tersebut kami harus ekstra hati-hati. Padahal, ada puluhan orang atau ratusan orang yang setiap hari melintasi poros jalan vital itu.

“Kalau seperti Bapak yang sesekali melintasinya, itu harus ekstra hati-hati, karena bisa saja sepeda motor rusak atau kalian kecelakaan, “kata Tarmizi seraya menambahkan jalan poros tersebut merupakan akses yang sering dilalui masyarakat terutama yang pergi ke kebun, ladang, sawah dan bahkan ada sebagian warga yang menetap di sana.

Ridwan juga mengeluhkan kondisi jalan yang hancur-hancuran itu. Menurutnya, masyarakat di kawasan itu sangat membutuhkan jalan yang layak untuk dilintasi.

“Sudah bisa dipastikan, kalau hujan turun, jalan poros tersebut akan becek dan licin. Akibatnya, kami dan warga lainnya yang menggunakan jalan tersebut mengalami kesulitan dan tidak jarang terjadi kecelakaan tunggal,“ jelasnya.

Menurut Ridwan, sebenarnya lumayan juga hasil alam dari warga yang bermukim di pucak Bukit Barisan itu, seperti kakao, padi, kacang, cabai, dan terkadang saat musim durian.

“Padahal, itu merupakan lintasan yang penuh memberi penghidupan bagi warga masyarakat petani,“ tambahnya. |Rusli Ismail

Sponsored:
Loading...