Breaking News

Objek Wisata Dipenuhi Sampah

Objek Wisata Dipenuhi Sampah
SAMPAH berserakan di sepanjang Pantai Wisata Syiah Kuala, Kecamatan. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh | foto rusli ismail

Banda Aceh, BERITAMERDEA.net - Objek wisata Pantai Syiah Kuala di Kecamatan Syiah Kuala, salah satu objek wisata andalan Kota Banda Aceh dipenuhi kotoran atau sampah. 

Pemandangan kumuh itu menjadi santapan pemandangan setiap hari para pengunjung yang ingin bersantai di sekitar Pantai.

Keterangan diperoleh BERITAMERDEKA dari warga sekitar pantai, Rabu 01 Juli 2020, kondisi pantai wisata itu sering dikotori berbagai jenis sampah, terutama di saat pasca banjir melanda kawasan itu.

“Sampah atau kotoran bawaan banjir kiriman terkadang tidak segera dilakukan pembersihan oleh petugas bahkan terkesan dibiarkan sehingga sampah itu berserakan di sepanjang pantai objek wisata itu, “kata seorang pedagang keliling yang biasa berjualan di pangtai wisata itu.

Pantauan BERITAMERDEKA.net, sampah-sampah yang berserakan di pinggir pantai membuat kondisi pantai menjadi kotor, bahkan sampah tersebut ikut mengotori laut yang membuat pemandangan menjadi tidak bagus.

Zainal Abidin dan Marzuki, dua orang warga Lampulo, Banda Aceh mengaku bersama keluarganya sering berkunjung ke Pantai Syiah Kuala. Keduanya sangat kecewa dengan pihak pengelola dan dinas terkait yang membiarkan sampah bertumpuk di sekitar pantai.

"Kalau tumpukan sampah ini tetap tidak dibersihkan mungkin pengunjung yang datang ke sini semakin berkurang, padahal inikan pantai kebanggaan yang selama ini telah menjadi ikon pariwisata Kota Banda Aceh, "sebutnya.

Dikatakan, seharusnya kelestarian pantai dijaga agar semakin diminati pengunjung yang ingin berwisata. "Kalau masih tetap dipenuhi sampah, pantai ini bakalan tidak ada pengunjungnya lagi. “Pemko Banda Aceh melalui dinas instansi terkait melalukan pembersihan rutin. 

Kedua pengunjung itu berharap Pemko Banda Aceh melalui dinas dan instansi terkait melakukan pembersihan dengan rutin, agar Pantai Syiah Kuala bersih dan pengunjung semakin banyak.

Senada juga disampaikan salah seorang pedagang yang sering mangkal di Pantai tersebut. Pedagang makanan meminta namanya tak disebutkan itu mengakui jumlah pengunjung yang datang jauh berkurang dibanding masa awal kawasan pantai tersebut dibangun. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...