Breaking News

Nikmati Sensasi Kopi Khop Pante Kenangan

Nikmati Sensasi Kopi Khop Pante Kenangan

MATAHARI enggan menampakkan diri, ombak laut bergemuruh, cucuran hujan mengguyur Pantai Barat Selatan Aceh sejak pagi hingga sore hari. Namun, pondok-pondok kecil yang berjejer rapi itu terisi penuh. Hanya kursi dibawah pohon tak beratap terlihat kosong.

Hembusan angin laut menggoyah helai-helai atap rumbia beberapa pondok. Awalnya pengunjung duduk berjarak, kini mendekat karena tampias hujan yang sedang lebat. Meskipun demikian penikmat Kopi Khop itu terus berdatangan, bahkan rela duduk berhimpitan.

Disisi lain terlihat barisan menggenakan kaos oblong bewarna biru yang sedang sibuk meracik kopi khop untuk para pengunjung, panggilannya Putra.

Putra sudah 5 tahun bergelut sebagai peracik kopi khop di warkop Pante Keunangan yang beralamat Jln. Syiah Kuala Desa Kutapadang, tepatnya dibawah jembatan baja yang mengalir air sungai ke arah laut pantai batu putih. Putra tidak mempunyai keahlian khusus namun ilmu yang ia dapat merupakan otodidak dari silsiah keluarga. " Kebetulan warkop ini punya abg ipar," jelasnya.

Pemilihan lokasi pun tidak lepas dari sejarah Teuku Umar Johan Pahlawan yang syahid di pasie Ujong Kalak ditembak pasukan Belanda, sekarang didirikan monumen kupiah meukeutop, sebagai tanda lokasi syahidnya Umar Pahlawan. Jika kita menoleh ke arah laut pantai batu putih, monumen itu jelas terlihat.

"Kita ingin siapapun yang sedang bersantai disini bisa mengingat perjuangan Teuku Umar," papar putra.

Tradisi minun kopi masyarakat Aceh sudah lumrah, bahkan sebelum syahidnya Teuku Umar Pahlawan sempat mengajak rekan seperjuangannya untuk meminum kopi terlebih dahulu. Tak heran jika setiap kedai kopi di sela-sela kota bahkan pelosok ramai pengunjung. bahkan covid-19 bukan penghalang bagi pecinta kopi untuk saling bertemu, apalagi hanya hujan yang mengguyur, sensasi menikmati kopi saat hujan sangat dapat, terasa lengkap sebagai penghangat dihari yang dingin.

Sensasi kopi khop memang berbeda dari cara umum meminum kopi, penyajian kopi ini sangat unik bahkan di anggap tak lazim bagi yang baru mendengar, bagaimana tidak, gelas yang berisi kopi dibalik atas cawan kecil dan hanya menyediakan sedotan.

Bagi pengunjung baru yang menikmatinya untuk pertama kali pasti akan kebingungan, tidak ada cara atau panduan khusus yang tertulis untuk menyuruput kopi itu. Caranya cukup mudah, kebanyakan pungunjung laki-laki akan langsung meminum dalam cawan dengan sedikit mengankat gelas agar kopi keluar. dan cara lainnya bisa meniup ke sela-sela gelas memakai sedotan yang telah disediakan agar kopi keluar untuk dinikmati.

Ampas kopi terlihat mengapung dibagian atas gelas yang dibalik atas cawan. Bagi yang belum mahir meminumnya ampas kopi akan ikut keluar menyelimuti cawan, gelak tawa pecah saat rekan saya tersendak dengan ampas kopi khop.

Pria akrab disapa Riko ini sudah terbiasa dengan kopi terbalik, nyatanya memang tidak mudah menyeruput kopi ini meskipun sudah mahir.

Riko suka dengan kopi, tapi dia bukan pecinta kopi. Ia tidak suka kopi yang memiliki rasa pahit yang pekat, tapi kopi khop menjadi kopi kesukaannya. rasa pahit manis yang pecah dimulut menjadi sensasi yang nikmat untuk selalu dirindukannya.

Riko yang juga warga Aceh Barat dari Kecamatan Samatiga menjadi teman saya ngopi hari ini, Sabtu 16 Januari 2021 merupakan kali pertama saya mengunjungi kembali Warkop Pante Keunangan itu.

Tadi pagi, saya sedang berbaring disamping ibu saya, sejak ibu sakit saya jarang keluar rumah, namun hari ini keadaan ibu sudah membaik.

Handphon saya berdering, ajakan teman untuk nongki bareng di group whatshap mencapai puluhan pesan, okelah sesekali bareng mereka lagi setelah sekian lama tidak bersama lagi.

Akhirnya akupun bergegas untuk menghampiri mereka yang sudah duluan sampai di warung kopi tempat berkumoul. Saat tiba, ternyata kopi kesukaanku sudah dipesan 5 menit sebelum aku sampai dan aku langsung menikmatinya. Sensasi kopinya sangat nikmat, bagiku biji kopi yang ditubruk setengah hancur itu sangat padu dicanpur dengan susu. Namun rasa khas kopinya tetap ada.

Kopi khop merupakan kopi khas Aceh Barat, banyak yang mengatakan bahwa kopi khop terinspirasi dari kupiah meukeutop, nyatanya kopi ini ditemukan dari pemikiran pelaut zaman dulu. Saat nelayan mencari ikan kopi mereka dibalik atas cawan untuk tetap hangat saat diteguk kembali, selain itu juga untuk menjaga dari kotoran pasir laut yang tertiup angin.

Menikmati kopi ini cukup membayar gocek, untuk kopi khop original kamu hanya membayar Rp 7 ribuan saja, kopi khop nen Rp 8 ribuan dan kopi khop jenis tower ditambah es batu dengan gelar yang berukuran sedang kamu cukup membayar Rp 13 ribu saja. sangat murah kan ? selain kopi ada apalagi sih ? sama seperti kafe umumnya, di warkop ini juga menjual makanan seperti tahu kuah pecal, mie aceh, rujak dan makanan lainnya.

Warkop ini terkenal dengan kopi khopnya, bahkan sering didatangi oleh seluruh kalangan dari berbagai daerah.

Nah, untuk kamu yang ingin icip-icip kopi dengan nuansa yang berbeda dengan kopi lainnya, jangan lupa singgah di Bumi Teuku Umar Johan Pahlawan ya. Rasakan cara unik menikmati sensasi kopi terbalik. | NURHAZIZAH |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...