Breaking News

Bank Aceh

Nelayan Belum Melaut, Harga Ikan Melambung

Nelayan Belum Melaut, Harga Ikan Melambung
Belum Melaut | foto r ismail

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net -  Sejumlah nelayan di kawasan Ulee Lheu dan Lampulo, Banda Aceh, Selasa, 28 April 2020 menyebutkan, diawal puasa Ramadhan tahun ini para nelayan lebih memilih istirahat alias urung melaut. Di samping melaksanakan ibadah puasa juga cuaca di laut kurang mendukung.

Akibatnya, hasil tangkapan/pasokan ikan basah jenis ikan laut di sejumlah pasar pun menjadi langka bahkan kosong sekaligus harganya pun meningkat tajam, bahkan sejumlah jenis ikan ekspor seperti kerapu, bawal, dan kakap juga mengalami kekosongan di pasar-pasar ikan.

“Melambungnya harga ikan dalam bulan suci Ramadhan 1441 H tahun ini disebabkan stok ikan berkurang karena nelayan tidak melaut berhubung masih di awal Ramadhan. Selain itu kelangkaan ikan juga disebabkan cuaca di laut yang masih kurang mendukung alias bersahabat, sehingga banyak nelayan yang masih bertahan di darat,“ katanya. 

Untuk mengisi waktu kosong selama tidak melaut para nelayan itu menyempatkan diri memperbaiki perahu, boat dan jaring atau pukat yang rusak serta alat tangkap lainnya,“ kata Mahmud, nelayan di Lampulo.

Dia menyebutkan, biasanya hasil tangkapan ikan di Lampulo tiap hari tegolong banyak. Namun dalam beberapa hari atau hingga hari kelima Puasa Ramadhan, Selasa 28 April 2020 menurun drastis karena masih banyak nelayan yang belum melaut di awal Ramadhan.

Para nelayan di Banda Aceh dan Aceh Besar tidak melakukan aktivitas melaut karena sudah menjadi kebiasaan (tradisi) di Aceh, selama sepekan awal Ramadhan tidak melaut. Aktivitas melaut dipastikan normal kembali memasuki minggu kedua Ramadhan,“

Para nelayan hingga hari ini,  Selasa 28 April 2020 kami belum beraktivitas melaut,“ ungkap Baharuddin.

Kondisi kelangkaan ikan di pasar menyebabkan harga penyedap makan itu jadi melambung dari biasanya. Seperti harga ikan tongkol yang biasanya dijual Rp.35.000/kg menjadi Rp.50.000 hingga Rp.55.000/kg.

Ridwan, seorang pedagang ikan keliling juga mengaku, harga ikan sejak hari pertama puasa Ramadhan 1441 H naik 100 persen hingga 150 persen dari hari-hari biasanya.  

Hal sama diungkapkan Maryam, ibu rumah tangga, warga Lamlagang, kelangkaan ikan menyebabkan pihaknya sulit memperoleh ikan kesukaan sebagai kawan nasi. Hal ini pula sedikit berpengaruh kurang bergairahnya nafsu makan sahur dan waktu berbuka puasa.

Pantauan BERITAMERDEKA.net di TPI Lampulo, Selasa 28 April 2020 tidak satu pun kapal ikan yang masuk untuk membongkar hasil tangkapannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh di Pelabuhan Samudra itu, hingga hari kelima puasa Ramadhan belum ada nelayan yang pergi kelaut. Sehingga hasil tangkapan ikan di pelabuhan terbesar di Aceh langka.

Masih menurut pantauan di tempat penjualan ikan yang biasanya ramai ditempati pedagang dan dikunjungi konsumen juga tampak sangat sepi, hanya ada dua pedagang yang berjualan ikan stok lama beberapa hari sebelum Ramdhan sehingga harganya pun melambung tinggi. | R. Ismail |

Sponsored:
Loading...