Breaking News

Nelayan Aceh Jaya Keluhkan Harga Ikan

Nelayan Aceh Jaya Keluhkan Harga Ikan

Calang, BERITAMERDEKA. net- Semenjak wabah pandemi Covid-19 melanda Indonesia banyak sektor ekonomi warga disejumlah daerah tersendat bahkan harga barangpun rendah. Salah satu yang dirasakan dampak oleh nelayan ikan di Aceh Jaya terutama harga jual ikan yang turun drastis.

Fauzi salah seorang toke bangku di Tempat pelelangan ikan (TPI) desa Panton Makmur Kecamatan Krueng Sabee mengatakan untuk harga ikan di wilayah Aceh Jaya selama pandemi virus corona turun drastis dibanding sebelumnya.

Menurutnya selain kurangnya konsumsi ikan oleh masyarakat lokal juga permintaan ikan diluar daerah pun turun sehingga hasil tanggapannya tidak tau dibawa kemana karena permintaan kurangkurang dari berbagai daerah.

" walau harga murah, terpaksa dijual keluar walau harga murah karena tidak ada yang mampu menampung hasil tangkapan nelayan," Kata Fauzi.

Selain itu, menurut Fauzi untuk kelancaran ikan dari para nelayan juga sangat dikeluhkan tentang mobil pengangkutan ( mobil box) untuk membawa ikan dari Aceh Jaya.

Selama ini, untuk mobil angkut ikan di datangkan dari luar daerah seperti Banda Aceh maupun Meulaboh untuk mengirim barang ke luar, sehingga hal itu juga menyebabkan kerugian besar bagi penampung ikan di Aceh Jaya," ungkap Fauzi ke media ini 3 Juli 2020.

Dan sejak merosotnya harga ikan di wilayah Calang Kabupaten Aceh Jaya, toke bangku atau pemilik boat terpaksa mengirim ikan hasil tangkapan ke Sibolga Provinsi Sumatera utara.

"Persoalan saat ini harga ikan yang merosot, kalau kita jual di Aceh Jaya tidak banyak lakunya, kalau kita bawa ke kabupaten lain juga tidak langsung habis, terpaksa kita kirim ke pabriknya di Sibolga," kata Fauzi

Sementara Amri salah seorang pemilik boat yang berlabuh di TPI tesebut juga sangat mengeluh terhadap TPI, selain kecil pelabuhannya juga sangat kurang fasilitas.

Ia mencontohkan di TPI Panton Makmur lokasi pelabuhan sangat kecil, tidak ada air bersih dan nelayan bongkar ikan di dalam cuaca panas sehingga sangat terkendala bagi pemilik kapal yang akan lakukan pembongkaran ikan di daerah tersebut.

Bukan hanya itu, di seputaran TPI tidak ada pabrik es balok sehingga untuk pasokan es harus dipasok dari luar daerah seperti Banda Aceh-Meulaboh.

Untuk itu selaku perwakilan nelayan di Aceh Jaya berharap pemerintah agar bisa memperhatikan keluhan nelayan, sehingga nelayan Aceh Jaya sejahtera dan harga ikan tanggapan nelayan pun bisa meningkat dimasa yang akan datang.

Ia menyampaikan, penyiapan pabrik es balok dan fasilitas TPI merupakan kebutuhan mendasar bagi nelayan maupun pedagang ikan.

Karena, selama ini produksi es balok yang tersedia belum mencukupi kebutuhan nelayan maupun pedagang ikan.

“Kebutuhan mutlak. Sebab, es balok merupakan faktor utama atau urat nadi bagi nelayan dalam pemasaran hasil perikanan,” bebernya.

Sedangkan Saiful Bahri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Jaya menjelaskan untuk harga ikan tidak bisa di kendali oleh dinas dan tergantung pasaran karena harga ikan tergantung permintaan.

Kemudian untuk mobil box atau mobil pengangkutan ikan sudah beberapa kali diusul karena mengingat anggaran terbatas sehingga ada hal-hal yang lain harus dibantu.

" Dan hal itu bukan kita sampingkan namun kita tunda dulu karena ada hal lain yang harus dibantu," Kata Saiful Bahri.

Kemudian proposal yang diajukan ke pusat ada beberapa proposal dengan koperasi yang kita usulkan ke kementrian karena jika diusulkan dengan anggaran APBK sangat terbatas sehingga untuk permintaan nelayan banyak kita tunda dulu tetapi pihaknya telah berusaha mengusulkan kepusat.

Ia melanjutkan terkait fasilitas TPI untuk saat ini belum ada status karena yang menentukan adalah pusat atau kementrian untuk menunjukkan status TPI di Desa Panton Makmur.

Kemudian untuk pengelolaan pelabuhan TPI tidak lagi wewenangan daerah tetapi provinsi atau pemerintah Namun untuk saat ini pihaknya telah menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk menetapkan status seperti amdal, desain" harapannya bisa menjadi TPI yang bisa menjadi pelabuhan bongkar muat ikan kedepan dari berbagai daerah yang akan melakukan bongkaran di Aceh Jaya.

Dan di TPI tersebut diharapkan bisa menjadi sebuah pelabuhan yang bagus, apalagi Aceh Jaya sudah menjadi projek Kawasan Ekonomi Khusus di wilayah Barsela Aceh.

Jadi dari sektor perikanan sangat mengharapkan ke Pemerintah pusat atau provinsi agar bisa betul memperhatikan pembangunan TPI tersebut.

" Dan jika diharapkan dengan anggaran daerah tidak tercukupi untuk pembangunan fasilitas TPI, jadi dengan harapan lengkap diharapkan ada nelayan yang mencari ikan diwilayah Aceh Jaya bisa berlabuh atau bongkar di Aceh Jaya jika fasilitas lengkap," Harap Saiful Bahri.

Maka dengan lengkap fasilitas di Aceh Jaya maka semakin banyak nelayan dari luar daerah singgah di p pelabuhan TPI di Aceh Jaya, dan dengan ramainya nelayan luar yang bongkar di Aceh Jaya maka perekonomian masyarakat sekitar semakin meningkat.

" Kami berharap pemerintah pusat maupun provinsi memperhatikan keluhan nelayan yang ada di Aceh Jaya," cetus Saiful Bahri.|musliadi|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...