Breaking News

Bank Aceh

Nasib Pemulung Ditengah Pandemi

Nasib Pemulung Ditengah Pandemi
Nasib Pemulung | foto syafrul

BERITAMERDEKA.net
- Langkahnya gontai menelusuri jalanan menuju rumah. Pikirannya kalut, disakunya tak serupiah pun.

Sementara ada beberapa orang di rumah menunggunya pulang dengan harapan membawa makanan untuk berbuka puasa.

"Hari ini ngak bisa beli makanan untuk berbuka puasa," kata Amin, warga Gampong Tualang Teungoh Kecamatan Langsa Kota.

Spirit ramadhan ternyata mampu memberikan kebahagian di keluarga ini, meski berbuka dan sahur hanya mengandalkan makanan seadanya.

Dikisahkan, seperti hari ini, Selasa 28 april 2020, Muhamad Amin (45), dari pagi hingga menjelang azan magrib sudah berkeliling Kota Langsa untuk mencari barang bekas. Setiap tumpukan sampah ia sambangi, namun hasilnya nihil. Tak satupun barang bekas yang ditemui untuk menghasilkan rupiah.

"Dari pagi Sampek sekarang belum dapat uang pak," keluh Amin lagi.

Kesehariannya bekerja serabutan dan sesekali juga memulung, pendapatan pas pasan terkadang sama sekali tak mendapat uang.

Bapak tiga anak ini, berjuang mencari nafkah namun ibadah puasa dan sholat tepat waktu dikerjakan. Bila mana mendengar azan berkumandang, ia segera menunaikan shalatnya.

Ia mengaku, dalam bulan ramadhan ini penghasilan sangat minim, sementara bantuan tidak pernah diterimanya.

Pada kenyataannya sekarang ini bantuan begitu banyak mengalir kepada masyarakat miskin.

Apalagi imbas penanganan virus covid 19, banyak masyarakat secara secara langsung tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dikarenakan roda perekonomian di kelas bawah terhenti sama sekali.

Kondisi sekarang ini dirasakan Muhammad Amin, kerja serabutan sama sekali tak di dapatkan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk memulung.

"Ya,, beginilah pak,, sekarang kondisi sangat sulit, kalau dulu, pada saat ramadhan seperti ini, lumayan banyak kerjaan, seperti mengecat rumah orang dan lainnya," tukas Amin lagi.

Kesenjangan sosial yang terjadi sekarang ini tampaknya belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, meski sejumlah bantuan diberikan oleh pemerintah, namun secara langsung belum dapat menangani masalah kebutuhan ekonomi setiap keluarga kurang mampu.

Pemberantasan dan memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 yang dilakukan pemerintah seperti dua sisi mata pisau.

Disatu sisi korban kelaparan dilain sisi korban terpapar virus.

Namun apapun yang dilakukan pemerintah, bagi Amin hanya bisa berharap semoga dalam bulan Ramadhan ini penyakit virus covid 19 segera enyah dari bumi dan ianya dapat bekerja seperti sediakala. Inilah nasib seorang anak manusia ditengah pandemi Covid 19. Semoga ada kepedulian sesama guna meringankan beban pemulung ini. | syafrul |

Sponsored:
Loading...