Breaking News

MPU Aceh Sepakat Vaksin Sinovac Produksi China Halal

MPU Aceh Sepakat Vaksin Sinovac Produksi China Halal
Lem Faisal

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan pihaknya telah sepakat atas Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang vaksin Sinovac Life Science Co. Ltd, China dan PT. Biofarma (Persero) hukumnya halal dan thayyib (halal dan aman digunakan).

Demikian Lem Faisal ( panggilan akrabnya), menyampaikan hal tersebut dihadapan sejumlah wartawan, ketika berceramah di acara Maulid KWPSI, Selasa 12 Januari 2021 di Aula Kantor PWI Aceh.

Menurut Lem Faisal, semuanya menginginkan vaksin yang halal, jika akan disuntik ke masyarakat. "Ketika sudah ada yang halal, protes lagi dan tak mau menerima," kata Lem Faisal.

Seluruh warga muslim, tambahnya, tak perlu ragu lagi dengan hasil fatwa tersebut."Kalau ulama tidak dipercaya, siapa lagi yang harus dipedomani. Pikiran ulama masih rasional dan peduli ke umat," ungkapnya.

Apalagi prosesnya agak lama ketika MUI memutuskan halal. "Tim dari MUI datang ke China dan menelusuri proses dan bahan baku pembuatan vaksin. Akhirnya baru diputuskan lewat fatwa," jelas Lem Faisal.

Tambah Lem Faisal, menyangkut vaksin tidak perlu diragukan lagi tentang kehalalannya. Masalah adanya warga belum mau divaksin itu urusan lain. Misal masih takut, jantung ngak tahan atau alasan lainnya. "Jangan ada alasan karena tidak halal ya," tambahnya.

Sebagainana, Fatwa MUI dengan nomor 02 tahun 2021 itu, tentang Produksi Vaksin Covid-19 Dari Sinovac Life Science Co.Ltd, China dan PT. Bio Farma (Persero).

Fatwa yang dikeluarkan MUI di Jakarta pada Senin (11/1/2021) ditandatangani oleh Komisi Fatwa MUI Prof. DR.H .HAsanuddin AF, MA, Sekretaris Miftahul Huda dan diketahui oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal DR.H. Amirsyah Tambunan.

Sebelumnya, MUI sudah menetapkan bahwa Vaksin Sinovac dan PT. Bio Farma hukumnya suci dan halal.
Namun dengan merujuk pada keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang telah memberikan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Autorization (EUA), maka vaksin selain halal juga thayyib (aman).

"Jaminan keamanan (safety), mutu (quality), serta kemanjuran (efficacy) bagi vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Life Science Co.Ltd, China dan PT. Bio Farma (Persero) yang menjadi salah satu indikator bahwa vaksin tersebut memenuhi kualifikasi thayyib," demikian bunyi fatwa tersebut.

Sementara dalam bagian penutup disebutkan, bahwa fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

"Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskannya fatwa ini.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...