Breaking News

MPU Aceh Larang Takbir Keliling

MPU Aceh Larang Takbir Keliling
Tgk Faisal Ali

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Pelaksanaan Takbir keliling menyambut hari raya yang sudah mentradisi dan rutin dilaksanakan umat Islam.

Namun, berbeda dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, dimana takbiran keliling itu tidak dilaksanakan sama sekali.

Hal itu sesuai dengan Keputusan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh yang melarang masyarakat mengadakan takbir keliling Hari Raya Iddul Fitri 1441 Hijriyah, tetapi takbiran dapat dilakukan di masjid dan mushalla gampong atau desa masing-masing.

Padahal pada setiap menyambut kedua hari raya itu, pelaksanaan takbir keliling rutin dilaksanakan.

Dimana ribuan masyarakat memadati kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menyaksikan pawai takbiran menyambut Lebaran. 

Takbiran keliling dilakukan umat Islam (muslim) itu sebenarnya untuk membesarkan Asma Allah, yang kalau di Kota Banda Aceh, kebiasaanya dilepas Gubernur Aceh, dipusatkamn di halaman depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada malam harinya.

Tapi, untuk menyambut malam Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun ini, pelaksanaan takbir keliling itu secara resmi mendapat larangan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, karena mengingat situasi yang tidak memungkinkan dengan merebaknya pandemic viru corona (Covid-19).  

Hal itu sebagaimana disebutkan Wakil Ketua MPU Aceh Tgk. Faisal Ali di Banda Aceh, mengatakan berdasarkan keputusan Nomor 5 Tahun 2020 Tentang beribadah Bulan Ramadhan, Takbir pada malam Hari Raya Idul Fitri ditengah pandemi Covid-19 tidak dibenarkan.

Menurut Tgk Faisal Ali, pelaksanaan pawai takbiran jangan dilakukan karena akan mendatangkan ramai orang dan di dalam mobil juga tidak memenuhi physical distancing. Sehubungan itu, makanya MPU meminta masyarakat Aceh tidak mengadakan pawai takbiran keliling, warga diperbolehkan untuk menyambut lebaran dengan takbiran di masjid atau mushalla masing-masing.

Pihak MPU meminta seraya menghimbau umat muslim di Aceh agar tidak melaksanakan takbiran keliling, tapi dilakukan saja di masjid-masjid atau mushalla masing-masing. Kebijakan itu ditempuh, karena berpotensi kerumunan manusia.

Tgk Faisal juga mengatakan, para ulama Aceh tidak melarang masyarakat untuk melaksanakan Shalat Ied Idul Fitri secara berjamaah, baik di lapangan ataupun di masjid-masjid.

Kebijakan tersebut diambil, karena mengingat tingkat penyebaran Covid-19 di daerah Serambi Makkah itu masih sama seperti sebelum bulan Ramadhan, bahkan Aceh juga tidak termasuk wilayah zona merah penyebaran virus corona.

“Pihak MPU hanya melarang takbiran keliling dilakukan pada malam hari sebelum hari H Idul Fitri.

Sedangkan Shalat Ied tetap seperti biasa, kalau melakukan di masjid, silahkan, mau shalat di lapangan boleh, mau dilakukan di rumah juga boleh. Karena kondisi kita masih normal, “ujarnya. |rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...