Breaking News

Meresahkan Uang Nasabah Tiba Tiba Raib Di Rekening, Tiga Hal Ini Perlu Dilakukan

Meresahkan Uang Nasabah Tiba Tiba Raib Di Rekening, Tiga Hal Ini Perlu Dilakukan

Banda Aceh,  BERITAMERDEKA.net - Peristiwa uang nasabah bank raib kembali terjadi. Paling baru, seorang nasabah Bank Mandiri mengalami kehilangan uang Rp 128 juta di rekeningnya, kasusnya menjadi viral di media sosial.

Uang di rekening nasabah tersebut terkuras habis dengan adanya transaksi tanpa sepengetahuan yang punya rekening.

Kejadian serupa memang tak cuma sekali terjadi. Lalu apabila kejadian serupa terjadi, apa yang harus kita lakukan?

Tidak hanya di Jakarta dan sejumlah kota besar. Sejumlah nasabah bank di Provinsi Aceh, juga banyak secara tiba tiba uang mereka raib di rekening. "Saya heran dan tak nyaman lagi, uang kita simpan di bank pun bisa dicuri," kata seorang pengusaha di Banda Aceh. Ini tiga hal perlu dilakukan, jika anda mengalami kehilangan uang di rekening.

 1. Lapor ke Bank

Menurut pengamat perbankan Paul Sutaryono, apabila ada nasabah yang uangnya tiba-tiba raib, maka nasabah itu harus segera lapor ke bank. Datangi kantor bank kemudian menceritakan kronologis kejadian kepada pihak bank. Selanjutnya pihak bank akan melakukan penelusuran dan investigasi soal kasus yang menimpa nasabah.

"Ya lapor bank secara tertulis segera. Nanti ceritakan kronologi kejadian, pasti bank akan menelusurinya dan menyelesaikannya," ungkap Paul kepada detikcom, Senin (24/5/2021).

Sementara itu, dari pengalaman Irwan Bajang, seorang penulis yang uangnya raib di bank dan berhasil dapat ganti rugi, pada saat melapor uang yang raib nasabah harus mencari barang bukti yang menguatkan kalau uang hilang bukan salah nasabah itu sendiri.

Kasus Irwan tak jauh berbeda dengan yang dirasakan nasabah Bank Mandiri yang viral. Uang raib karena ada penarikan yang tidak diketahui oleh pemilik rekening.

"Yang pertama harus dipastikan penarikan ini bukan salah kita sendiri. Biasanya bank akan tanya, ada orang terdekat nggak yang tahu pin ATM selain kita. Kasus saya waktu itu salah bank, karena ATM saya tertelan, tapi bisa ada penarikan yang saya nggak tahu," kata Irwan.

2. Siapkan Barang Bukti

 Barang bukti yang harus diminta ke pihak bank biasanya adalah rekaman CCTV dan bukti tertulis kapan dan di mana penarikan yang tidak diketahui itu dibuat.

"Kita harus minta bukti kapan dan di mana penarikan itu dilakukan. Lalu kita minta video CCTV-nya sekalian, supaya ketahuan siapa yang narik," ungkap Irwan.

 Nah, menurut pengalaman Irwan, biasanya saat minta bukti ini pihak bank akan sulit memberikannya, bertele-tele, dan banyak aturan. Ada baiknya sabar ikuti prosesnya mengurus.

Namun, saat itu Irwan mengaku tak sabar, dia menulis soal keluhan kasus uang raibnya di media sosial dan mendapatkan atensi publik, kemudian viral. Hal itu membuat pihak bank mempercepat prosesnya.

"Pas minta bukti ini memang sulit, harusnya dipermudah memang sama bank. Kalau mau silakan ikuti biarpun panjang dan banyak aturan. Minta izin ke sana sini dulu. Saya waktu itu mau cepat, makanya saya langsung aja tulis di medsos, eh viral," kata Irwan.

"Makanya saya sarankan juga kalau mau cepat tulis aja, asal nggak berlebihan dan sesuai fakta nggak masalah," ungkapnya.

3. Tunggu Hasil Investigasi

Menurut Paul, nantinya investigasi bank yang akan menentukan, apakah kasus raibnya uang yang terjadi kesalahan bank atau nasabah. Ganti rugi akan diberikan apabila kasus yang terjadi karena kesalahan bank.

"Setelah investigasi kelihatan, bank wajib menggantinya sejauh itu kesalahan bank," kata Paul.

Menurut Paul, apabila nasabah kurang puas dengan hasil investigasi, dengan data dan barang bukti otentik lengkap nasabah dapat mengajukan kasus itu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator keuangan.

"OJK akan membantu sebagai intermediasi kasus untuk diselesaikan," jelas Paul.(*)

Sumber:detik.com
Sponsored:
Loading...