Breaking News

Bank Aceh

Menghindari Berita Hoxs, Perlu Media Center Covid 19

Menghindari Berita Hoxs, Perlu Media Center Covid 19
Rapat koordinasi dan evaluasi

Aceh Tamiang, BERITAMERDEKA.net - Adanya tuntutan kepada Tim Gugus Tugas untuk membentuk Media Center, sebagai sarana penyebaran informasi terkait sebaran ODP, PDP dan terkonfirmasi positif sekaligus bisa mengedukasi masyarakat dalam sosialisasi terkait istilah terkini yang lahir dari wabah Covid-19.

Demikian antara lain pembahasan dari Rapat Teknis Percepatan Tim Gugus Tugas Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu 26 April 2020 sekaligus membahas sejauh mana perkembangan dan kesiapan percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di Aceh Tamiang yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan setempat.

Rapat dipimpin Asisten Administrasi Umum Ir Adi Dharma mewakili Bupati Mursil. Sejalan dengan yang diungkapkan Adi Dharma, Asisten Pemerintahan Zulfiqar, mengatakan keberadaan Media Center memang sangat penting agar akses informasi yang disebarkan ke khalayak melalui satu jalur.

Sehingga berita yang berkembang di Seantero Bumi Muda Sedia berdasarkan data yang valid dan akurat serta no hoaks.

Dikatakan juga Zulfiqar, saat ini langkah yang dilakukan harus satu tujuan dan satu kata sepakat seperti dalam membuat himbauan wajib masker, sosial distancing dan prilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara itu Sekretaris Tim Gugus Tugas, Syahri SP dalam rapat ini menyebutkan, selama ini sumber informasi yang menjelaskan ODP, PDP, positif terpapar Covid-19 digawai dr Hardekky dari Dinas Kesehatan.

Sedangkan Humas Setdakab sebagai corong informasi pemerintahan difungsikan sebagai media penyebarluasan informasi resmi ke masyarakat terkait perkembangan dan penyebaran Covid-19 ini.

Ia juga sampaikan, bahwa himbauan menggunakan masker sudah berkali-kali dilakukan namun tampaknya, Pemkab harus bertindak tegas kepada masyarakat, sebab pantauan dilapangan indikasi sebagian masyarakat sepele dengan himbauan tersebut.

“Saat ini, Koordinasi harus terus dilakukan oleh Tim Gugus Tugas, sehingga apabila ada informasi dan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi bisa diterima dan didistribusikan melalui satu pintu,” ujarnya.

Tim Gugus Tugas kedepan, harapannya bisa sampai ke Tingkat Kecamatan hingga kampung agar antisipasi yang dilakukan ketat dan tidak ada lagi warga yang menyembunyikan identitas keluarga yang pulang dari Daerah Transmisi Covid-19.

Dalam rapat ini Direktur RSUD Aceh Tamiang dr Tengku Dedy Syah turut membenarkan pernyataan tersebut bahwa sumber informasi sebaran ODP dan PDP selama ini berasal dari Dinas Kesehatan yang selanjutnya diberikan kepada Bagian Humas sebagai Laporan langsung kepada Bupati apakah layak di publis atau tidak.

Menanggapi fungsinya sebagai penyebar informasi resmi Pemerintahan, Kabag Humas Agusliayana Devita pada forum tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya selalu membuat rilis berita Kegiatan Gugus Tugas dan Update Informasi Terkini Covid-19 khususnya sebaran data ODP, PDP dan Terkonfirmasi positif serta penyebarannya melalui Website Humas dan Aplikasi Media Sosial lainnya.

Hendaknya, sambung Devi setiap informasi langsung berkoordinasi dengan Humas dengan memberikan data yang valid agar Humas sendiri bisa menjaga Framing berita serta menjelaskan kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi seputar Covid-19.

Dengan begitu, keselarasan berita dengan media-media lainnya Dinamis tanpa kesimpangsiuran. Dukungan terhadap di sediakannya ruangan media center juga disampaikan, tentunya dengan mempertimbangkan ruangan besar, menghindari kerumunan dan menjaga jarak.

“Selama ini, jika ada hal informasi penting dan perubahan data yang signifikan, humas mengeluarkan siaran pers pernyataan dr Hardekky dan meneruskan dalam bentuk rilis berita untuk kemudian di share ke berbagai media,” ujarnya.

Terjadinya kesimpang siuran data dan informasi, dikarenakan beredarnya percakapan atau laporan yang bocor keluar, yang kemudian menjadi konsumsi publik.

“Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi dikemudian hari,” tambah Devi.

Pada kesempatan ini pula, Kepala Dinas Dukcapil Aceh Tamiang Drs Sepriyanto menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan pengumuman bahwa Dukcapil Aceh Tamiang hanya akan melayani warga yang menggunakan masker, hendaknya hal ini dapat diterapkan pada kantor – kantor Dinas lainnya.

Diakhir sesi rapat, para peserta menyepakati untuk membuat Instruksi Bupati tentang Wajib menggunakan Masker bagi masyarakat, khususnya para ASN dan PDPK sebagai contoh masyarakat, melaksanakan Sosial Distancing diberbagai tempat yang lebih ketat dan mengikat.

Tak hanya itu TNI dan Polri pun turut berkontribusi dengan membantu dan bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang.

Namun, jika dari pihak Pemerintah serius menangani ini, tapi tidak dibarengi dengan niat serius dari masyarakat, semua akan menjadi sia-sia.

Karena itu Masyarakat harus mentaati segala peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah, hal ini dilakukan demi menjaga keamanan semua.

“Masyarakat harus sadar akan bahayanya Covid-19 ini, jangan sampai ada salah satu saudara kita yang terjangkit barulah menyadari bahwa lebih baik menjaga daripada mengobati. Bahwa apa yang selama ini digaungkan Pemerintah adalah untuk kesehatan Masyarakat. Mari bersama kita saling bersinergi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini baik dari Pemerintah maupun Masyarakat,” ujarnya.

Dalam rapat yang diprakarsai secara bersama ini, sebut Abdullah selaku Asisten Ekonomi dan Pembangunan merangkap Plt Kepala Dinas Kesehatan semua unsur Pemerintahan tanpa terkecuali telah menjalankan perannya dalam masing-masing bidang yang ditangguhkan, namun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi keadaan terburuk harus segera dirumuskan kembali melalui Rapat Teknis ini.

“Sebab adanya terindikasi beberapa warga yang positif Covid-19 melalui uji rapid test sangat meresahkan kita semua,” tutup Abdullah.| Saiful Alam |

Sponsored:
Loading...