Breaking News

Menghina Nabi, Satpam Tembak Mati Manajer Bank

Menghina Nabi, Satpam Tembak Mati Manajer Bank
Ilustrasi

BERITAMERDEKA.net - Seorang anggota satuan pengamanan (satpam) sebuah bank di Quaidabad, Pakistan, menembak mati manajer bank setempat. Pelaku menuduh korban melontarkan ucapan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Korban sempat dibawa ke Services Hospital di Lahore dan dinyatakan meninggal di sana.

Ahmad Nawaz, mantan tentara yang menjadi satpam Bank Nasional Pakistan cabang Quaidabad, melepaskan tembakan ke manajer bank; Malik Muhammad Imran Hanif sekitar pukul 08.45 pada hari Rabu.

Menurut pelaku, korban telah mengucapkan penghinaan pada Nabi Muhammad SAW.

Pelaku kemudian menyerahkan dirinya kepada polisi dan mengaku melepaskan tembakan terhadap korban.

Korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit THQ Quaidabad dalam kondisi kritis, namun dirujuk ke Services Hospital di Lahore di mana dia meninggal.

Para ulama lokal berkumpul di sekitar bank. Mereka mengumumkan dukungan habis-habisan untuk Nawaz, yang saat ini berada dalam tahanan polisi.

Paman korban mengatakan bahwa keponakannya adalah seorang yang benar-benar beriman dan tidak berani mengucapkan kata-kata yang menista agama.

Razzaq, satpam yang bekerja pada shift malam di bank tersebut dan digantikan oleh Nawaz di pagi hari, mengatakan manajer tiba di bank pada pukul 08.40 pagi. Sedangkan tersangka telah sampai di bank pada pukul 07.00 pagi, jauh sebelum shift-nya dimulai.

Razzaq mengaku mendengar dua tembakan dan bergegas menuju kantor manajer ketika dia melihat Nawaz hendak menembak untuk ketiga kalinya tetapi dia mengalahkannya. Razzaq mengatakan dia tidak mendengar percakapan apa pun antara manajer dan pelaku sebelum tembakan dilepaskan.

Seorang petugas polisi setempat yang tidak mau disebutkan namanya, seperti dikutip Dawn, Kamis (5/11/2020), mengklaim bahwa Hanif telah mengembangkan dendam terhadap Nawaz dan memecatnya dari tugas empat bulan lalu.

Korban, lanjut polisi, juga berusaha membunuh tersangka dengan cara dicekik karena dilaporkan menghina saudaranya.

Tersangka menggunakan pengaruhnya untuk memulihkan posisinya sebagai satpam di bank tersebut dan terbiasa bertengkar dengan manajer secara teratur selama beberapa bulan terakhir.

Menurut polisi, ini kemungkinan adalah kasus pembalasan bukan penistaan terhadap Nabi Muhammad seperti yang dituduhkan tersangka.

Polisi Quaidabad mendaftarkan kasus tersebut dan sedang menyelidikinya. Polisi meyakinkan sekelompok ulama setempat bahwa penyelidikan akan dilakukan atas dasar kepatutan.

Keamanan cabang bank yang bersangkutan ditingkatkan ketika para pemimpin agama dan pedagang setempat mengumumkan akan melanjutkan mogok kerja mereka membela tersangka yang ditahan polisi.(*)

Sumber:Sindonews
Sponsored:
Loading...
Loading...