Breaking News

Mengenang Keheroikan Aman Dimot, Pejuang Kemerdekaan Asal Gayo

Mengenang Keheroikan Aman Dimot, Pejuang Kemerdekaan Asal Gayo
Tugu Aman Dimot, mengenang keheroikan perjuangan Aman Dimot melawan penjajah. (Foto DEC)

Tugu Aman Dimot berdiri tegak di sebelah Timur kantor Bupati Aceh Tengah, dan juga berseberangan dengan Mapolresta setempat. Letaknya yang strategis di pusat Kota Takengon, ibukota Kabupaten Aceh Tengah, itu sedikit memudahkan pelancong atau warga luar Gayo, menemukannya.

Apalagi, tugu Aman Dimot yang bernama asli Abu Bakar itu, akan terlihat dari jauh, karena warna cat tugunya, sangat mencolok, seperti warna merah, kuning, hitam, putih, dan keabu-abuan. Mungkin, ada maksud atau analogi dari sewarna kopi, dan bisa jadi, seperti warna-warni kerawang gayo yang merupakan kain khas di Tanoh Gayo, Aceh Tengah.

Kembali ke Tugu Aman Dimot. Abu Bakar, lahir di Desa Tenamak, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, Tahun 1920. Panglima Abu Bakar yang lebih dikenal Aman Dimot,  masuk dalam pasukan

Barisan Gurilya Rakyat (Bagura) di bawah kepemimpinan Teungku Ilyas Lebe, pascaagresi Belanda ke dua. Pasukan Bagura pun, mendapat tugas menahan masuknya penjajah dari arah Tanah Karo, sehingga tidak sampai masuk ke Aceh.

Dan dari beberapa sumber, menuliskan Aman Dimot dan teman-temannya menghadang penjajah di Tanah Karo Tahun 1949. Disitulah, Aman Dimot menunjukkan keheroikannya yang tidak tembus peluru penjajah Belanda. Semangat membara Aman Dimot, berakhir. Ia kelelahan, apalagi hanya bermodalkan kelewang dan tertangkap pasukan Belanda, sang pemberani ini pun meninggal dengan cerita menggenaskan.

Untuk menghormati juga mengenang jasa perjuangan Aman Dimot ini, di bangun tugu di Tanah Karo, Sumatera Utara, lokasi syahidnya pejuang kemerdekaan Asal Gayo dan satu lagi di Takengon, Aceh Tengah, berdekatan dengan tugu proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia  di Dataran Tinggi Gayo setempat. Sementara itu, makam Aman Dimot, masih di Taman Makam Pahlawan Kaban Jahe, sebelumnya dikebumikan di Rajamerahe dan setelahnya dibongkar, Lalu kerangka pahlawan asal Aceh Tengah ini, dipindahkan ke Desa Tiga Binanga, masih Tanah Karo, Sumatera Utara.

Tugu Aman Dimot, pejuang kemerdekaan RI dari Tanah Gayo, letaknya berdampingan dengan tugu kemerdekaan  45. (foto DEC)

Tahun 2010. Tugu Aman Dimot, sudah tegak berdiri dengan warna putih, biru, dan abu-abu. Lalu, setelahnya diganti lagi ke warna cat yang agak terang, kemudian terakhir seperti tampak di gambar atau pada narasi di atas. Dimana, dua tahun terakhir ini, pemerintah daerah semakin mempercantik kawasan di tengah kota dengan 'menyulap' taman kota yang ada sebagai tempat bermain bagi keluarga, baik di sebelah dinding pendopo Bupati Aceh Tengah, maupun di halaman Tugu Aman Dimot.

Suryati, warga kampung Asir-asir, menyebutkan dahulunya Tugu Aman Dimot ini, tak terawat dan  sepertinya tidak dipelihara, sehingga tak ada yang mau mendatanginya bahkan melirik, sebagai monumen bersejarah daerah setempat. Kini, berbanding terbalik, sejak diperbaiki dan ditambah beberapa fasilitas permainan bagi anak-anak juga spot unik untuk berswafoto ria.

"Setidaknya, generasi muda masyarakat Gayo, mengetahui dan mengingat bahwa ini adalah tugu pejuang kemerdekaan RI orang Gayo Aceh Tengah. Jadi, mereka akan ingat bahwa Orang Gayo, punya pejuang kemerdekaan dan pahlawannya masyarakat Aceh Tengah," tukasnya lagi di akhir pertemuan. | DEC |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...