Breaking News

Bank Aceh

Mengenang 21 Tahun Pembantaian Tengku Bantaqiah Dan 56 Santri di Beutong Ateuh

Mengenang 21 Tahun Pembantaian Tengku Bantaqiah Dan 56 Santri di Beutong Ateuh

BERITAMERDEKA.net - Hari ini tepat 21 (Dua Puluh Satu) tahun lalu, Peristiwa Beutong Ateuh, 23 Juli 1999 - 23 Juli 2020, yang menyayatkan hati masyarakat Aceh. Khususnya, warga Beutong Ateueh Nagan Raya.
 
Tengku Bantaqiah sebagai pemimpin Pondok Pesantren dituduh memiliki keterikatan dengan Gerakan Aceh Merdeka kemudian aparat militer pada saat itu (23 Juli 1999) melakukan penyerangan dan pembunuhan kilat yang mengakibatkan Tengku Bantaqiah dan puluhan santrinya meninggal dunia di tempat peristiwa. Padahal, tuduhan tersebut tidak pernah terbukti, sampai saat ini.
 
Peristiwa ini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah, saat itu melalui Komisi Independen Pengusutan Tindak Kekerasan di Aceh yang dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 88 tahun 1999.

Kemudian pelaku dari kalangan militer dan sipil yang terlibat diadili melalui Pengadilan Koneksitas yang digelar pada tahun 2000 di Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Dalam putusannya Pengadilan Negeri telah memvonis bersalah para pelaku yang telah melakukan pembunuhan kepada Tengku Bantaqiah dan 56 orang santrinya. Proses berjalannya Pengadilan tersebut mendapatkan kritik dari kalangan masyarakat sipil saat itu.
 
Kini, telah 21 tahun berlalu. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, sudah melakukan komunikasi dengan Pimpinan Dayah, Malikul Aziz untuk membangun  sebuah memorialisasi mengenang Tengku Bantaqiah dan para santrinya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh komisioner Masthur Yahya dan Muhammad Daud Beurueh
 
Hingga kini KKR Aceh terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk bersama-sama membangun memorialiasi.

KKR Aceh akan memfasilitasi proses pembentukan memorialiasi, atas sebuah peristiwa kelam penting dilakukan karena menjadi salah satu bentuk pengakuan dan pemenuhan hak korban dan menjadi kewajiban negara terutama Pemerintah.

Dalam hal ini KKR Aceh juga akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Nagan Raya memfasilitasi pelaksanan memorialiasi. 

Komisioner KKR Aceh (Afridal Darmi, Evi Narti Zein, Masthur Yahya, Ainal Mardhiah, Fuadi Abdullah dan Muhammad Daud Beurueh).(*)

Sponsored:
Loading...