Breaking News

Mencekam, 30 Bandit Rampok Bank, Uang Dihamburkan hingga Dibakarnya Kantor Polisi

Mencekam, 30 Bandit Rampok Bank, Uang Dihamburkan hingga Dibakarnya Kantor Polisi

BERITAMERDEKA.net - Warga memposting gambar di media sosial tentang apa yang mereka gambarkan sebagai penembak jitu (sniper) di atas atap.
Enam warga sipil dibariskan di jalanan dan dijadikan sebagai tameng manusia agar polisi tidak berani mendekat.

Tak hanya itu kawanan perampok ini juga menyebarkan sebagian uang tunai hasil rampokan di jalanan untuk membuat pengejaran terhambat.
Ya ini memang bukan kawanan perampok bank biasa.

Sebanyak 30 pria bersenjata lengkap dengan bahan peledak mengenakan penutup wajah dan rompi antipeluru menyerbu sedikitnya tiga atau empat bank di Criciúma, Negara Bagian Santa Catarina, Brasil selatan, Senin (1 Desember 2020) dini hari.

Kawanan perampok yang mengendarai 10 mobil ini, meledakkan kantor polisi, dan membakar mobil di terowongan untuk mencegah polisi memanggil bantuan.
Penyerangan ini terjadi sekitar tengah malam waktu setempat (03:00 GMT) dan berlangsung lebih dari satu jam.

Sekitar pukul 03:00 waktu setempat, Walikota Criciúma Clésio Salvaro mengatakan dalam sebuah tweet bahwa "serangan besar" sedang terjadi dan mendesak orang untuk tinggal di rumah.
Seorang petugas keamanan dan seorang perwira polisi militer terluka.

Sasaran serangan itu adalah Banco do Brasil di pusat Criciúma. Pihak bank belum berkomentar tentang berapa banyak uang yang dicuri.

Penduduk kota yang berpenduduk sekitar 200.000 orang pertama kali melaporkan mendengar suara tembakan sekitar tengah malam.

Polisi militer melaporkan bahwa kebakaran telah terjadi di sebuah terowongan di jalan utama menuju kota, mungkin untuk mencegah pasukan keamanan mengirim bala bantuan ke kota.
Markas polisi juga diserang.

Di bagian lain kota, setidaknya enam orang digunakan sebagai "tameng manusia" oleh orang-orang bersenjata, yang memaksa mereka untuk duduk di penyeberangan pejalan kaki untuk memblokir jalan.

Warga memposting gambar di media sosial tentang apa yang mereka gambarkan sebagai penembak jitu di atas atap.
Mereka kemudian dibebaskan tanpa cedera setelah aksi perampokan rampung.

Walikota Salvaro mengatakan kepada stasiun radio Radio Gaúcha bahwa "bandit" itu melarikan diri dengan konvoi mobil.

Rekaman yang diposting di media sosial menunjukkan konvoi mobil hitam meninggalkan pusat kota dengan tertib.

"Saya tidak tahu dari mana mereka berasal tetapi mereka profesional. Tidak pernah dalam sejarah kota ini kami mengalami hal seperti ini," kata Walikota Salvaro tentang geng tersebut.

Tidak jelas berapa banyak uang yang diperoleh para penyerang, tetapi sebagian dari hasil jarahan mereka tersebar di seberang jalan kota.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan warga bergegas mengumpulkan sebagian uang kertas.

Polisi mengatakan empat warga ditahan setelah mereka mengumpulkan lebih dari 800.000 Real Brasil atau 150.000 dolar AS yang berserakan di jalanan.

Globo News melaporkan polisi juga menemukan 57.000 dolar AS uang hasil rampokan yang tersebar di jalan-jalan.
Sepuluh mobil yang digunakan dalam serangan itu ditemukan di ladang jagung di lahan pribadi di Nova Veneza yang berdekatan.

Namun jumlah uang tunai yang dicuri kawanan ini belum dihitung hingga Selasa pagi.
Sejauh ini belum ada laporan adanya perampok bank yang ditahan.

Media lokal menggambarkan penggerebekan itu sebagai bagian dari fenomena yang mereka sebut "Cangaço Baru", yang merujuk pada istilah yang digunakan untuk menggambarkan bandit yang melanda beberapa bagian Brasil pada 1920-an dan 1930-an.

Kota-kota kecil dan menengah telah menjadi target pilihan untuk jenis bandit baru ini.

Pada 2019, ada 21 perampokan bank di negara bagian São Paulo saja, menurut angka resmi.
Di paruh pertama tahun 2020, sudah ada 14 perampokan bank.

Pakar keamanan Guaracy Mingardi mengatakan kepada BBC Brasil bahwa perampokan bank skala besar ini dimulai lima tahun lalu.
Sasarannya adalah bank dan perusahaan yang menyimpan dan mengangkut barang berharga.

Lusinan penjahat mengambil bagian dalam satu serangan dan banyak dari mereka bersenjata lengkap dengan senapan mesin dan terkadang bahkan bahan peledak.

Meski sebagian besar perampokan dilakukan di Brasil, setidaknya ada satu kasus di mana geng Brasil melakukan perampokan spektakuler di negara tetangga, Paraguay. (*)

Sumber:Tribunsumsel
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...