Breaking News

Bank Aceh

Memburu Pembawa Lari Jenazah Rangga

Memburu Pembawa Lari Jenazah Rangga
Di rumah inilah Rangga (9) dihabisi dan ibunya DN diperkosa. Jenazah Rangga kini dibawa lari pria yang menyelinap ke dalam rumah gubuk ini | foto ist

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Ruang Rawat Inap di RSUD Langsa tampak dipenuhi pengunjung. Mereka sengaja datang membesuk dengan membawa makanan ala kadarnya. Isak tangis pun pecah tatkala melihat kondisi DN.

Kesedihan terpancar dari sorot matanya, butiran bening sesekali menetes. Terlihat bungkusan kain kasa di telapak tangan kanan akibat tersayat benda tajam. DN terbaring lunglai di ranjang. Sementara AY suami DN dengan setia menemani.

Beberapa kerabat dekat silih berganti membesuk, menunjukkan rasa empati atas musibah yang menimpa DN yang merenggut jiwa anaknya.

Suami korban DN ketika meminta polisi untuk segera menemukan jasad Rangga, anaknya yang dibawa lari pembunuh

Rumah gubuk berukuran kecil di ujung areal persawahan dan pepohonan sawit warga Gampong Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur itu, kini meninggalkan kisah duka.

Satu keluarga kecil tinggal disana, suami AY seorang nelayan sementara istri DN (28) hanya ibu Rumah tangga. Mereka di karuniai seorang anak R berumur 9 tahun.

Hidup dalam keterbatasan menjadi kebiasaan kala menjalani kehidupan mereka. Seperti rumah tangga lainnya, seorang suami mencari nafkah. Kebetulan AY seorang nelayan yang keseharian harus pergi melaut, pulang ke rumah tiada menentu.

Hari itu, Sabtu 10 Oktober 2020, sekira pagi menjelang tiba, rumah AY disatroni seorang pemuda S warga setempat saat ianya pergi melaut.

Malam gelap nan dingin itu, DN dan anaknya sedang tertidur lelap. Tiba tiba seseorang menyelinap masuk rumah, karena berdinding papan, pelaku S dengan mudah membobol rumah.

Diduga tersangka yang sedang diburu polisi

DN terjaga dari tidurnya saat diketahui ada yang menyelinap seraya berteriak. Anaknya ikut terbangun dan berusaha melawan saat melihat pelaku mencelakai DN. Naas bagi R, anak itu terkena sabetan parang berulang kali dan jasadnya dimasukkan dalam goni.

Namun apa dikata, karena rumah sangat jauh dari pemukiman penduduk tak ada yang mendengar teriakan DN. Pelaku mengikat tangan dan kaki korban dan menggiringnya keluar rumah.

Selanjutnya, pelaku membawa mereka masuk hutan, dibalik semak belukar pinggir sungai pelaku melancarkan aksi bejat tersebut. Setelah itu menghilang di kegelapan malam itu dengan membawa jasad Rangga.

Duduk disudut atas ranjang, AY menemani istrinya DN yang menepati salah satu ruang rawat inap di RSUD Langsa. Sesekali terlihat AY mengecek impus ditangan DN, dari wajahnya terlihat pilu dan pasrah namun tegar menghadapi musibah.

Setelah sebelumnya polisi meminta keterangan darinya. Ia tampak tidak ingin menceritakan kisah sedih pilunya kepada orang lain.

AY berharap, semoga jasad anaknya segera ditemukan dan pelaku di hukum seberat beratnya.

Demikian juga dengan DN, hanya bungkam seribu bahasa. Dimata dan pikirannya masih terbayang dan melintas kejadian keji terhadap dirinya.

Sementara itu, pihak polisi telah mengantongi identitas Pelaku S. (36), penganguran, warga Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Aparat TNI Polri dan BPBD sedang menelusuri sungai memburu tersangka pembunuh dan pemerkosa itu.

Hingga sore ini, (10/10/2020) tim gabungan terdiri dari polisi, TNI, BPBD dan masyarakat melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai di gampong tersebut.

Dengan mengerahkan perahu karet tim menelusuri sungai untuk menemukan jasad R (9) anak DN yang dibunuh S.

Disisi yang lain polisi terus melakukan penyelidikan guna untuk memburu pelaku pemerkosaan dan pembunuhan itu.| syaf |

Sponsored:
Loading...