Breaking News

Bank Aceh

Memancing di Pelabuhan jadi Incaran Menunggu Berbuka

Memancing di Pelabuhan jadi Incaran Menunggu Berbuka
Santai sambil mancing

MENJELANG sore, kawasan komplek Pelabuhan perikanan di ujung Jalan kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, pelabuhan Ulee Lheu Kec.Meuraxa dan Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh menjadi sasaran masyarakat menunggu waktu berbuka puasa.

Selain itu kawasan komplek Geumuloh di Desa Lambaro Skep, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, mulai ramai. Anak-anak sampai orang dewasa berlomba mencari lokasi yang cocok untuk menikmati suasana puasa di areal kompleks yang menyediakan kolam pancing itu.

Sejumlah kawasan Pelabuhan di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, selama Ramadhan kerap mendapat kunjungan masyarakat baik muda maupun mudi sampai orang dewasa dan ibu rumah tangga. Kedatangan mereka tidak saja secara perorangan. Namun bersama keluarga semata untuk menunggu waktu tibanya beduk berbuka puasa.

Mereka umumnya menggunakan sepeda motor, meski ada yang menggunakan mobil pribadi maupun beca motor (betor) sengaja melihat pemandangan alam laut dan sampan tempel boat nelayan yang hilir mudik, maupun bertambat di pangkalan setempat di sepanjang sungai.

Sebagian besar pengunjung pelabuhan itu datang menggunakan kesempatan sambil menunggu waktu berbuka puasa untuk memancing ikan di tanggul atau bataran bebatuan besar. Namun ada yang hanya untuk sekedar melihat-lihat keindahan pemandangan alam  sekitarnya saja.

“Pemandangan itu sudah biasa dilakukan masyarakat. Namun bedanya di bulan Ramadhan pedagang tidak kelihatan berjualan sebagai menghormati Ramdhan,“ tukas Nasir, warga Alue Naga, Rabu (29/4/2020).

Keberadaan pelataran Pelabuhan Samudera Lampulo dan pelabuhan lainnya, selama Ramadahan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk bagi yang hobi memancing.

Bangunan pelabuhan perikanan dikenal warga sekitar dengan sebutan ‘dermaga’ itu, sejak ditingkatkan dari pelabuhan semi permanen menjadi permanen, kini tidak pernah sepi. Setiap hari banyak warga yang singgah, terlebih pada waktu tertentu, seperti momen Bulan Ramadhan dan hari libur lainnya.

Pengunjung bisa leluasa merasakan suasana laut, dan melihat pesisir pantai dari arah laut tanpa menggunakan sampan atau boat. Apalagi bagi yang hobi memancing, lokasi dermaga menjadi tempat yang fantastis menyajikan sensasi tersendiri. Kedatangan mereka, selain menikmati suasana alam laut di sekitar pelabuhan, tidak sedikit diantara pengunjung sengaja datang untuk memancing di atas bangunan ‘dermaga’ tersebut sambil menunggu waktu berbuka puasa.

“Cukup asyik di sini, bisa melihat langsung panorama laut dan aktivitas nelayan tanpa perlu menggunakan sampan atau boat. Saya ke sini sama keluarga,“ ujar Arman, warga Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh ini sengaja datang bersama keluarga guna melihat panorama alam laut sekaligus mengisi waktu dengan memancing dan menunggu berbuka puasa.

“Saya sering memancing di sini jika ada waktu luang. Hasil tangkapan ikan terkadang ada, terkadang tidak. Tapi sensasinya beda bila dibanding memancing di kolam pemancingan,“ ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Salman, memancing di dermaga Pelabuhan Samudera Lampulo serasa memancing di laut lepas. Sebab, dengan adanya bangunan pelabuhan ini, posisi tempat memancing bisa mencapai ratusan meter ke arah kuala. Disamping hemat, tidak perlu mengeluarkan biaya besar.

“Kita cukup membeli pakan dan bekal memancing, tidak keluar biaya untuk sewa sampan,“ ujarnya.

Seorang penjaga pintu masuk Pelabuhan Samudera Lampulo mengatakan, banyak warga yang datang dari luar daerah untuk memancing sambil menikmati panorama alam laut dan boat nelayan yang berjajar bersandar di gudang tempat penambatan di sepanjang Sungai/kuala Lampulo.

Masyarakat yang datang ke pelabuhan pada Ramadhan diwaktu sore hari, mulai pukul 16:00 sampai 18:20 WIB, kemudian bubar dan pulang ke tempat masing-masing untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah atau tempat lain yang telah disepakatinya.

Tak jarang di titik-titik jalan tersebut macet sehingga petugas harus bekerja ekstra mengatur arus lalulintas terutama menjelang waktu berbuka dimana masyarakat ramai berbelanja penganan buka puasa. | R. Ismail |

Sponsored:
Loading...