Breaking News

Masyumi Lama Dibubarkan Soekarno, Bagaimana Partai Masyumi Baru..?

Masyumi Lama Dibubarkan Soekarno, Bagaimana Partai Masyumi Baru..?

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Baru saja, Partai Masyumi dideklarasikan lagi. Partai kepanjangan dari Majelis Syuro Muslimin Indonesia ini pernah berkibar di negeri ini hingga tahun 1960.

Adapun Partai Masyumi dideklarasikan lagi bersamaan dengan acara Tasyakuran Milad ke-75 Partai Masyumi, Sabtu (7/11/2020).

Usai dideklarasikan lagi, Ketua Badan Penyelidik Usaha -usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII), A Cholil Ridwan menyatakan telah mengajak Amien Rais, UAS (Ustadz Abdul Somad), dan Habib Rizieq Shihab masuk Partai Masyumi
Untuk permintaannya kepada Amien Rais, dilansir dari Kompas.com, diakuinya disampaikan secara terbuka dalam forum tasyakuran milad ke-75 sekaligus deklarasi Partai Masyumi.

Cholil menyatakan dirinya mengajak politisi senior Amien Rais bergabung bersama Partai Masyumi yang baru saja dideklarasikan kembali.

"Tadinya saya mengharap betul Pak Amien Rais berada di sini, karena dengan beliau hadir di sini, akan kita minta secara terang-terangan dan terbuka, marilah Partai Ummat yang beliau dirikan supaya bergabung sepenuhnya dengan Partai Masyumi," kata Cholil dikutip dari siaran daring acara tersebut.

"Entah caranya bagaimana, negosiasinya bagaimana, win-win solution atau bagaimana. Banyak cara yang bisa kita lakukan," lanjutnya.

Cholil menilai, sangat tidak elok kalau Masyumi membuat partai tetapi Amien Rais pun mendirikan partai sendiri.

Dia menyebut, Amien telah menjalani proses politik yang begitu panjang, baik ketika masih aktif di Muhammadiyah, menjadi tokoh reformasi, ikut membidani lahirnya Partai Bulan Bintang (PBB), hingga aktif di Partai Amanat Nasional (PAN).

Cholil pun menceritakan dia sempat bertemu dengan Amien Rais dan anaknya.

"Anak kandung beliau di akhir pertemuan saya dengan Pak Amien mengatakan 'Kami milenial ingin Partai Ummat bergabung dengan Masyumi' itu (kata) putri beliau yang selalu ikut," ungkapnya.
"Jadi mari kita doakan kepada Allah agar Pak Amien sadar beliau adalah Natsir muda.

Saya yakin apabila Partai Ummat bergabung dengan Masyumi, akan didukung oleh anggota Muhammadiyah, karena mayoritas anggota Muhammadiyah inginnya ada partai Islam ideologis," jelas Cholil.

Apabila hal itu terjadi, kata dia, dukungan sosial-politik terhadap Masyumi semakin kuat.
Cholil juga menyinggung seandainya Persaudaraan 212 dab Rizieq Shihab bergabung dengan Masyumi.

"Insya Allah tidak akan ada satu kekuatan parpol yang bisa mengalahkan Masyumi di masa yang akan datang. Partai Komunis gaya baru akan pingsan kalau mendengar Partai Masyumi bergabung dengan Partai Ummat, didukung PA 212, FPI, " tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Cholil pun mengajak Ustadz Abdul Somad (UAS) ikut bergabung.

Dia berharap, UAS bisa menjadi anggota Majelis Syuro. Menurut Cholil, dirinya sudah pernah menyampaikan ajakan itu secara langsung kepada UAS.

"Saya pernah berbisik kepada beliau, "Ustadz, saya mau diriin Partai Masyumi. Ustadz jadi anggota Majelis Syuro ya', lalu (dijawab) 'siap'. Begitu jawaban beliau," ungkapnya.

"Mudah-mudahan Allah menguatkan hidayahnya kepada UAS, bahkan kalau menurut saya, seumpama dia (UAS) mau jadi ketua umum Masyumi, saya setuju," tambahnya.
Sebelumnya, bertepatan dengan tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-75 Partai Masyumi, sejumlah tokoh islam mendeklarasikan kembali aktifnya partai tersebut pada Sabtu (7/11/2020).

Deklarasi ini dilangsungkan dilangsungkan secara virtual dan dihadiri oleh sejumlah tokoh islam, di antaranya Ketua Persiapan Pendirian Partai Islam Ideologis (Masyumi Reborn) Masri Sitanggang, mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, dan deklarator Partai Ummat Amien Rais.

Adapun kegiatan deklarasi ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII), A Cholil Ridwan.

"Kami yang bertanda tangan di bawah ini, mendeklarasikan kembali aktifnya Partai Politik Islam Indonesia yang dinamakan Masyumi," kata Cholil dalam deklarasi yang disiarkan secara virtual, Sabtu.
Cholil berjanji, melalui Partai Masyumi, ajaran dan hukum Islam akan berjalan di Indonesia.

“Semoga Allah meridhoi perjuangan Masyumi hingga meraih kemenangan di Indonesia,” ujar dia.

Dilarang Soekarno

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau disingkat menjadi Masyumi adalah sebuah partai politik Islam terbesar di Indonesia ketika era Demokrasi Liberal di Indonesia.

Kemudian, Partai tersebut dilarang pada tahun 1960 oleh Presiden Soekarno karena diduga mendukung pemberontakan yang dilakukan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
Partai yang didirikan pada tahun 1945,  dideklarasikan kembali oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Hal tersebut disampaikan oleh Komite KAMI Ahmad Yani, yang mendeklarasikan pembentukan Partai Masyumi di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, Sabtu 7 November 2020 hari ini.

"Dalam rangka 75 tahun Partai Masyumi, yang pernah didirikan tahun 1945, besok dideklarasikan untuk melanjutkan perjuangan terdahulu " kata Ahmad Yani kepada wartawan.

Ia juga mengatakan, akan mengumumkan 50 nama yang akan mengisi anggota Majelis Syuro Partai Masyumi dengan latar belakang mulai dari ulama, intelektual, dan aktivis.

"Nah tokoh-tokoh ini nanti sebagai calon majelis syuro. Mereka akan memilih ketum. Calon anggota majelis syuro lengkapnya akan kita umumkan besok," kata Yani.

Selain itu, ia juga mengatakan, akan membentuk komite Panitia Persiapan Pembentukan Partai Islam Ideologi (P411). Komite ini pun sudah tersebar di hampir seluruh provinsi Indonesia.

"Di Sumatra sudah ada di hampir ke kabupaten. Tapi memang belum terbentuk partai. Kita sekarang belum mengambil bentuk partai atau ormas," kata Yani.

Selain itu, Yani menyebut pihaknya sudah merampungkan seluruh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hingga platformPartai Masyumi.

Menurutnya, tak ada yang membedakan antara platform Partai Masyumi yang telah didirikan pada 1945 dengan yang akan dideklarasikan hari ini.
"Memang enggak ada yang berbeda dengan platform Partai Masyumi yang lama. Sama-sama Islam," kata Yani.

Untuk informasi, Partai Masyumi adalah nama yang diberikan kepada sebuah organisasi yang dibentuk oleh Jepang yang menduduki Indonesia pada tahun 1943 dalam upaya mereka untuk mengendalikan umat Islam di Indonesia.

Partai Masyumi dibentuk pada 8 November 1945 dan dibubarkan pada 15 Agustus 1960, yang menjadi Ketua Umum pertama adalah Soekiman Wirjosandjojo dan yang terakhir Mohammad Natsir Prawoto Mangkusasmito.

Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 7 November 1945 sebuah organisasi baru bernama Masyumi terbentuk.

Dalam waktu kurang dari setahun, partai ini menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Masyumi termasuk dalam kategori organisasi Islam, sama seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Tujuannya melanjutkan perjuangan.(*)

Sumber:Pikiranrakyat
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...